|  

blackred_logo_glow

CROSSING-BOUNDARIES: CROSS-CULTURE VIDEO MAKING PROJECT FOR PEACE
Meretas Batas, Merengkuh Perdamaian: Program Pembuatan Video Lintas Budaya
The Interseksi Foundation 2010



clap

Daftar isi Panduan Program


  • Halaman Download001
  • Rasional002
  • Tujuan003
  • Output004
  • Bentuk Aktivitas005
  • Time Frame Pelaksanaan Kegiatan006
  • Syarat Peserta007
  • Rekruitmen Peserta008
  • Lamaran dan Batas Waktu Pendaftaran009
  • Pengumuman Hasil Seleksi Peserta010
  • Mengatur Jadwal Keberangkatan ke Jakarta011
  • Aktivitas Yang Wajib Diikuti Peserta 012
  • Lokasi Pembuatan Video013
  • Acuan Penulisan Makalah-Konsep014
  • Praktek Pengambilan Gambar di Lapangan015
  • Penulisan Chronicles016
  • Workshop Pasca-Produksi017
  • Biaya Kegiatan dan Fasilitas yang Disediakan018
Rasional
wmv
Keragaman (plurality) dan perbedaan (differences) bisa menjadi berkah (bless) dalam konteks kehidupan yang damai, tapi bisa pula berubah menjadi kutukan (curse) karena keduanya juga potensial menjadi pemicu konflik sosial antar kelompok. Dalam masyarakat yang dicirikan oleh tingkat keragaman dan perbedaan antar kelompok sosial yang tinggi, seperti di Indonesia, perdamaian hanya mungkin dicapai kalau setiap kelompok memelihara rasa hormat terhadap perbedaan (respect for difference) satu sama lain.

Salah satu cara agar rasa hormat terhadap keragaman dan perbedaan bisa tumbuh adalah melalui aktivitas-aktivitas pertukaran, baik ekonomi maupun kultural, di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda. Dalam peristiwa-peristiwa pertukaran sosial diyakini akan berlangsung proses-proses komunikasi intersubjektif di antara para pelakunya. Jika dipelihara dengan baik, dari peritiwa-peristiwa komunikasi intersubjektif itu pula lambat laun bisa diharapkan akan muncul "saling-paham" (mutual understanding), yang menjadi landasan pokok bagi tumbuhnya sikap saling menghargai atau menghormati perbedaan yang disandang oleh masing-masing pihak, baik individu maupun kelompok.

Bagaimana pandangan orang Papua terhadap masyarakat Jakarta yang hidup di Jakarta? Dan bagaimana pula orang Jakarta melihat kehidupan masyarakat yang ada di Medan dengan stereotipe dan persepsi yang mereka miliki? Cara terbaik untuk memahami kelompok di luar kelompok sendiri tentu saja adalah dengan langsung datang dan tinggal di lokasi tempat kelompok tersebut menjalankan kehidupan sehari-hari. Dalam kajian-kajian ilmu sosial mutakhir, Individu dianggap terikat kepada kultur yang membesarkannya, tapi itu tidak berarti ia tidak pernah bisa melampaui atau bersikap kritis terhadap kulturnya sendiri. Mempelajari dan memahami kehidupan kelompok di luar kelompok sendiri sering pula dipercaya sebagai cara lain agar seseorang dapat memahami diri dan kelompoknya secara lebih baik dalam konteks masyarakat yang tersusun dari sekian banyak kelompok sosial yang berbeda.

Film/video dapat menjadi media yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang digambarkan oleh pembuatnya. Melalui film/video kita dapat pula menyaksikan bias kebudayaan dari pembuatnya berdasarkan gambar-gambar yang ditampilkannya. Tapi justru karena itulah, film/video juga memiliki potensi menjadi medium yang bisa menyebarluaskan pesan-pesan perdamaian.

Pada proyek ini, Interseksi akan meminta para partisipan dari beberapa daerah yang berbeda untuk membuat video dari kelompok tertentu di luar kelompoknya masing-masing dengan durasi 10 hingga 15 menit. Peserta program ini akan diminta untuk meninggalkan kampung halamannya dan datang langsung ke lokasi-lokasi tempat hidup kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompoknya masing-masing. Singkatnya, ini adalah sebuah program aktivitas lintas batas (crossing boundaries), baik batas geografis maupun kultural. Dinamika dan proses yang terjadi di lapangan, berupa tantangan dan hal menarik lainnya saat mereka melakukan interaksi dengan masyarakat dari kelompok yang berbeda, akan didokumentasikan pula dalam format audio visual.
Tujuan

Secara umum, program aktivitas ini bertujuan untuk memperdalam rasa saling menghormati terhadap keragaman dan perbedaan di antara kelompok masyarakat yang berbeda di Indonesia.


Output
  • Meningkatnya pemahaman peserta pelatihan tentang isu-isu krusial dalam konteks hubungan antar kelompok sosial dalam masyarakat yang sangat heterogen.
  • Peserta pelatihan akan memiliki kemampuan dasar pembuatan video yang baik, yang bisa digunakan sebagai metode untuk mendukung aktivitas mempromosikan semangat perdamaian di daerahnya masing-masing.
  • Sesama peserta pelatihan akan membagi pengetahuan dan pengalamannya selama berinteraksi dengan kelompok sosial di luar kelompoknya sendiri, sehingga setelah program ini berakhir mereka akan memiliki perspektif yang lebih luas dan lebih kaya tentang kehidupan kelompok-kelompok masyarakat di luar kelompoknya sendiri.

  • Bentuk Aktivitas
    Keseluruhan tahapan kegiatan dalam program ini meliputi :

  • Diskusi antar kelompok
    Proyek ini akan dimulai dengan diskusi hubungan antar kelompok atau antar etnis. Seluruh peserta akan berbagi pengalaman pribadi mereka tentang hal ini. Forum ini akan menggali lebih jauh segala kemungkinan untuk menjembatani perbedaan indentitas, budaya, agama, dan bahasa melalui media audio visual yang akan digunakan oleh peserta untuk membangun pemahaman yang lebih baik di antara sesama. Diskusi akan dipandu seorang fasilitator dan tiga orang narasumber, dua di antaranya adalah narasumber yang berasal dari Medan dan Makassar yang akan menjadi lokasi pembuatan film/video dalam program ini.
  • Pra-Produksi
    Pada tahap ini, peserta wajib mengikuti sebuah workshop yang akan menyediakan pelatihan dasar dalam produksi video. Dan karena partisipan untuk program ini telah memiliki pengetahuan dasar tentang produksi video, kegiatan ini akan lebih banyak diarahkan pada elaborasi aspek-aspek konseptual dan pendekatan-pendekatan apa yang bisa digunakan untuk menangkap persoalan yang muncul dalam hubungan antar kelompok pada masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Untuk menambah referensi bagi peserta, selama workshop panitia juga akan memutar beberapa film dokumenter yang sudah dibuat di kalangan internasional.
  • Produksi
    Tahap ini akan dibagi menjadi beberapa kegiatan yakni pengambilan gambar dan pengumpulan bahan pendukung untuk visual atau audionya.
  • Pasca produksi
    Setelah proses pengambilan gambar di lapangan selesai, semua peserta akan dikumpulkan kembali dalam sebuah workshop pasca-produksi. Dalam workhsop ini, seluruh bahan yang diperoleh selama masa produksi akan dihubungkan, diformulasi, dan diinterpretasikan sesuai dengan pesan inti dari video tersebut. Selama tahap ini semua partisipan diminta untuk berbagi video yang belum diedit sebagai pemancing diskusi untuk mencari persamaan di antara perbedaan sehingga mereka bisa memperoleh perspektif yang lebih luas dalam isu ini. Para pembuat film memeriksa ulang semua "scene" untuk memadukannya dengan keseluruhan jalan cerita dan yang paling penting untuk menyelaraskannya dengan kebutuhan memperkuat rasa hormat terhadap perbedaan.
  • Mini Roadshow
    Pada akhir proyek ini, Interseksi akan mengadakan pemutaran seluruh video disertai diskusi di beberapa sekolah di Jakarta, Medan, dan Makassar.
  • Memfilmkan seluruh proses
    Seluruh proses dalam program ini akan didokumentasikan sejak awal program yaitu sejak diskusi hubungan antar kelompok dan workshop pra produksi hingga peserta keluar dari lokasi yang ditentukan. Diharapkan melalui kegiatan ini kami bisa memperoleh beberapa pelajaran penting yang dapat dibagi kepada pihak lain yang peduli terhadap usaha meningkatkan toleransi dan rasa hormat diantara kelompok yang berbeda dalam masyarakat di Indonesia.
  • Time Frame Pelaksanaan Kegiatan

    Jadwal di bawah ini masih bersifat tentatif dan akan terus diperbaharui sesuai perkembangan yang terjadi dalam pelaksanaan program.
    time_frame

    Klik pada gambar di atas untuk melihat tampilan yang lebih besar.


    No.
    Jenis Kegiatan
    Waktu Pelaksanaan
    1.
    Persiapan
    5 - 12 April 2010
    2.
    Pengumuman Rekruitmen Peserta
    12 April - 20 Mei 2010
    3.
    Seleksi dan Pengumuman Peserta Terpilih
    21- 28 Mei 2010
    4.
    Diskusi Antar Kelompok dan Workshop Pra-produksi
    10 - 16 Juni 2010
    5.
    Aktivitas Produksi di Lapangan
    18 Juni - 4 Juli 2010
    6.
    Workshop Pasca-produksi
    6 - 14 Juli 2010
    7.
    Editing
    10 Juli - 14 Agustus 2010
    8.
    Revisi
    15- 22 Agustus 2010
    9.
    Finishing
    23 - 30 Agustus 2010
    10.
    Libur Lebaran
    1 - 14 September 2010
    11.
    Persiapan Roadshow
    15 - 20 September 2010
    12.
    Mini Roadshow di Medan
    Minggu IV Sept 2010
    13.
    Mini Roadshow di Makassar
    Minggu I Oktober 2010
    14.
    Mini Roadshow di Jakarta
    Minggu III Oktober 2010
    15.
    Final Report
    28 Oktober - 20 Nov 2010


    Syarat Peserta

    Peserta program Crossing Boundaries: Cross-culture Video Making Project for Peace akan dipilih dari enam kota/wilayah di Indonesia, yakni: Banda Aceh, Palu, Ambon, Jayapura, dan Jakarta dan Jawa Barat.

    Syarat Peserta
    Peserta harus memenuhi persyaratan yang ditentukan :
  • Mempunyai pengalaman dalam pembuatan film/video baik dokumenter atau jenis film/video lainnya.
  • Berumur di bawah 35 tahun pada saat mendaftarkan diri. Ini dibuktikan dengan kartu identitas diri yang masih berlaku
  • Mendapatkan rekomendasi dari lembaga yang diwakili
  • Berdomisili di salah satu daerah ini : Aceh, Palu, Ambon, Jayapura, Jakarta/Jawa Barat
  • Menyerahkan surat rekomendasi dari pimpinan lembaga tempatnya berafiliasi.
  • Mengirimkan contoh film/video yang pernah dibuat (dalam bentuk CD atau DVD). Contoh film/video yang pernah dibuat harus dikirim melalui layanan pos ke alamat Yayasan Interseksi. Kami tidak menerima pengiriman contoh film/video melalui surat elektronik (email).
  • Bersedia mengikuti program ini dari awal sampai selesai, termasuk di dalamnya kemungkinan untuk meninggalkan kota tempat tinggal masing-masing untuk jangka waktu maksimal satu setengah bulan. Durasi ini diperlukan sejak tahap persiapan, pengambilan gambar sampai tahap pascaproduksi (editing).
  • Membuat makalah-konsep yang relevan dengan tema dan tujuan umum program ini.
  • Menguasai program aplikasi (software) video-editing, terutama Adobe Premier (untuk platform Windows) dan/atau Apple Final CutPro (untuk platform Macintosh).
  • Membawa laptop sendiri untuk kebutuhan transfer file movie dari kamera ke dalam hard disk selama proses pengambilan gambar. Karena ukuran file format Video yang direkam rata-rata berukuran besar, sangat dianjurkan agar peserta membawa laptop dengan kapasitas hard disk yang cukup besar (di atas 200 GB).

  • Rekruitmen Peserta

    Peserta yang memenuhi semua persyaratan di atas akan diseleksi oleh tim seleksi Yayasan Interseksi, dan dipilih 6 (enam) orang yang akan mewakili masing-masing daerah domisili. Peserta yang terpilih akan melakukan pengambilan gambar di wilayah yang sudah ditentukan. Sehubungan dengan itu, untuk mengidentifikasi pengetahuan dan kebutuhan peserta, setiap calon peserta diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai :
  • Pengalaman dan jenis film yang pernah diproduksi
  • Rencana film yang akan dibuat
  • Hal – hal yang sudah diketahui dan informasi yang masih dibutuhkan tentang daerah tujuan pembuatan film Setiap individu calon peserta program ini harus mengajukan surat lamaran atau aplikasi untuk menjadi peserta, dan melampirkan makalah-konsep (concept paper) singkat yang antara lain berisi rencana pembuatan film dengan topik yang dipilih yang mencerminkan isu-isu tentang hubungan antar kelompok sosial dan relevansinya dengan upaya menciptakan dan memelihara perdamaian di Indonesia. Panitia tidak memberikan batasan khusus mengenai spektrum isu yang dapat diangkat menjadi subyek pembuatan film/video, tetapi setidaknya dalam makalah-konsep yang diusulkan masing-masing peserta dapat menggambarkan keterkaitan antara kesalingpahaman antar kelompok dengan terciptanya rasa hormat terhadap perbedaan dan potensinya bagi upaya-upaya perdamaian sesama. Pada prinsipnya setiap peserta bebas menentukan tema spesifik, sesuai dengan kondisi daerah yang akan dijadikan lokasi pembuatan film. Lihat Acuan Penulisan Makalah-konsep.

  • Lamaran dan Batas Waktu Pendaftaran
    Pendaftaran Peserta ditutup pada 22 Mei 2010.

    Surat lamaran harap ditulis secara ringkas dan jelas.

    Lamaran dikirim ke alamat:
    Yayasan INTERSEKSI
    u.p. DYAH HARINI atau ARKHEMI SUCI LESTARI
    JL. Raya Lenteng Agung Barat No. 39 Rt. 003/RW 01
    Kelurahan Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610
    Fax/ Tel: 021 7820444 atau e-mail ke: interseksi[at]gmail[dot]com ATAU office[at]interseksi[dot]org.

    Semua calon peserta program HARUS menyertakan/melampirkan dokumen-dokumen berikut ini bersama dengan surat lamaran mereka:

  • Formulir Biodata (CV) yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani
  • Foto diri calon peserta (dalam format JPG atau TIF).
  • Formulir Kesediaan yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani
  • Surat Rekomendasi dari pimpinan organisasi yang sudah diisi lengkap, ditandatangani oleh yang punya otoritas, dan dibubuhi stempel resmi lembaga. Surat rekomendasi boleh ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
  • Contoh film/video yang pernah dibuat (dalam bentuk keping CD atau DVD)*.
  • Makalah-konsep (concept-paper)
    *Catatan: contoh film/video yang pernah dibuat harus dikirim melalui layanan pos ke alamat tersebut di atas. Kami tidak menerima pengiriman contoh film/video melalui surat elektronik (email).

    Apabila ada satu atau lebih dari dokumen-dokumen di atas tidak dilampirkan, surat lamaran calon peserta tidak akan diproses lebih lanjut, dan lamaran dinyatakan batal.

  • Pengumuman Hasil Seleksi Peserta
    Pengumuman hasil selesksi peserta program akan dilakukan paling lambat tgl. 30 Mei 2010 melalui situs web Yayasan Interseksi (http://interseksi.org).

    Pihak Yayasan Interseksi kemudian akan menghubungi semua calon peserta yang telah lolos seleksi baik melalui telepon maupun email. Kami menyediakan waktu sekitar 10 hari bagi peseta terpilih untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkannya untuk bisa berangkat ke Jakarta. Selama periode tersebut kami akan terus memberikan update informasi tentang pelaksanaan program, dan terutama tentang waktu pelaksanaan diskusi antar-kelompok dan workshop pra-produksi, sehingga setiap peserta bisa datang di Jakarta pada waktu yang tepat.


    Mengatur Jadwal Keberangkatan ke Jakarta
    Workshop pra-produksi dan diskusi antar-kelompok akan dilaksanakan di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat pada hari yang telah ditetapkan. Yayasan Interseksi akan mengupayakan agar semua peserta dapat berangkat menuju lokasi Workshop secara bersama-sama dari kantor Interseksi. Untuk itu, hal-hal berikut penting untuk diperhatikan:

  • Diperkirakan rombongan akan berangkat menuju lokasi Workshop sekitar pukul 11.00 WIB dan bisa sampai di lokasi pukul 12.00 WIB. Karena itu tolong diperhatikan agar setiap peserta yang berasal dari luar Jakarta/Jawa dapat mengatur jadwal kedatangannya ke Jakarta.
  • Idealnya, paling cepat peserta bisa datang satu hari sebelum pelaksanaan workshop, atau paling lambat pada pagi hari sebelum rombongan diberangkatkan dari kantor Interseksi.
  • Sebagai gambaran, jarak antara Bandara Sukarno-Hatta dan kantor Interseksi menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan dengan menggunakan Bus DAMRI di pagi hari, atau sekitar satu jam dengan menggunakan Taxi.
  • Setiap peserta terpilih diharapkan selalu mengupdate informasi terbaru tentang pelaksanaan program ini, baik melalui situs web Interseksi (http://interseksi.org) maupun dengan cara menghubungi langsung kantor Yayasan Interseksi
  • Kepada peserta terpilih dari luar Jawa kami akan memberikan peta dan/atau rute perjalanan dari Bandara Sukarno-Hatta menuju kantor Yayasan Interseksi untuk moda transportasi Bus DAMRI maupun taxi. /ul>


  • Aktivitas Yang Wajib Diikuti Peserta
    Seluruh peserta program ini terikat oleh sebuah perjanjian kerjasama formal dengan Yayasan Interseksi, dan masing-masing, tanpa kecuali, DIWAJIBKAN mengikuti seluruh tahapan kegiatan dari awal sampai selesai. Adapun aktivitas yang wajib diikuti oleh setiap peserta meliputi, tapi tidak terbatas pada, aktivitas-aktivitas berikut:

  • Diskusi Antar-kelompok sebelum workshop pra-produksi
  • Workshop pra-produksi.
  • Aktivitas lapangan (field activities), yang proses pengambilan gambar video di masing-masing lokasi yang telah ditentukan sekurang-kurangnya selama 10 hari dan maksimal sampai 18 hari.
  • Workshop pasca-produksi setelah aktivitas lapangan.
  • Editing dan finishing video
  • Setiap peserta akan mempresentasikan hasil karya mereka untuk didiskusikan bersama dengan peserta lain. Peserta yang tidak mengikuti satu atau beberapa aktivitas di atas akan dianulir/dibatalkan keikutsertaannya dalam program ini, dan kemungkinan besar akan diminta mengganti biaya yang sudah dikeluarkan oleh panitia untuk peserta yang bersangkutan sejak awal program sampai saat terjadinya pembatalan tersebut.

  • Lokasi Pembuatan Video

    Ada tiga lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan video dalam program ini, yakni Medan, Makassar, dan Jakarta (atau wilayah Jabotadebek). Keenam peserta yang sudah terpilih akan dikirim ke tiga lokasi tersebut dengan pola persilangan sebagai berikut:

    skema pertukaran lokasi



    Asal Peserta Lokasi Pembuatan Video
    Banda Aceh Jakarta
    Palu Makassar
    Ambon Makassar
    Jayapura Jakarta
    Jakarta Medan
    Bandung Medan


    Acuan Penulisan Makalah-Konsep

    Makalah-konsep pada dasarnya adalah gagasan-gagasan utama seorang calon peserta untuk merespon tema umum program, terutama gagasan tentang apa yang akan dilakukannya kalau ia diterima sebagai peserta. Makalah-konsep yang baik akan memperlihatkan sejauhmana seorang calon peserta dapat memahami misi utama program yang sedang dilamarnya, dan berangkat dari pemahaman tersebut ia dapat menguraikan gagasan-gagasan tentang apa yang akan dilakukannya yang tentu saja harus relevan dengan tema dan misi program tadi.

    Contoh konkret: Tema utama program ini adalah tentang relasi antar kelompok sosial dalam masyarakat heterogen di Indonesia, dan misinya adalah untuk mempromosikan dan memelihara perdamaian dengan jalan memperdalam rasa saling menghormati di antara kelompok-kelompok sosial tersebut. Film/video dalam konteks ini adalah medium yang bisa digunakan untuk menjalankan misi seperti itu. Maka makalah-konsep yang akan ditulis haruslah relevan dengan isu-isu tersebut.

    Sebelum menulis makalah-konsep, tergantung pada daerah domisili masing-masing calon peserta, perhatikan baik-baik pembagian lokasi pembuatan film/video untuk masing-masing peserta yang sudah ditentukan oleh panitia. Hanya ada tiga tempat yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar dalam program ini, yakni wilayah Medan, Jakarta, dan Makassar. Anda hanya harus mempelajari salah satu dari tiga lokasi tersebut. Sangat penting diingat kembali bahwa kali ini Anda tidak sedang mempersiapkan sebuah film tentang daerah atau kelompok Anda sendiri, melainkan daerah dan kelompok orang lain. Coba Anda renungkan apa yang Anda anggap sudah Anda ketahui, termasuk lelucon, ejekan, makian atau hal-hal stereotipe (purbasangka) lain tentang warga di lokasi tersebut. Tolong diperhatikan bahwa sampai taraf tertentu, purbasangka tentang kelompok lain adalah hal yang sangat wajar, jadi jangan terburu-buru Anda mengesampingkan purbasangka tersebut, karena ia bisa menjadi awal ketertarikan Anda pada kelompok di luar kelompok Anda sendiri. Kemudian lakukan sebuah studi kecil tentang lokasi tersebut, baik tentang karakteristik geografi, demografi maupun aspek kulturalnya melalui bahan bacaan baik buku maupun rujukan lain seperti di internet. Perpaduan-kritis antara apa yang menjadi purbasangka Anda tentang kelompok lain, dan hasil studi kecil Anda tentang kelompok tersebut akan membantu Anda merumuskan apa yang ingin Anda lakukan ketika harus membuat sebuah film/video tentangnya. Anggap saja kamera adalah perpanjangan mata pemakainya, sehingga apa yang akan direkam oleh kamera Anda sebagiannya pasti mencerminkan apa yang ada dalam pikiran Anda sendiri tentang kelompok tertentu. Jangan terlalu cemas dengan kemungkinan terjadinya bias personal atau kultural Anda sendiri, karena seringkali justru bias itulah yang akan mendorong kita semakin ingin mendalami aspek-aspek lain dari kehidupan kelompok orang lain. Dari bias-bias personal atau kultural itu pulalah program ini akan berangkat untuk mempromosikan sikap saling menghormati antar kelompok melalui diskusi-diskusi kritis sebelum dan setelah proses pengambilan gambar.

    Makalah-konsep yang akan diajukan oleh masing-masing calon peserta, paling tidak, harus meliputi beberapa aspek berikut:
  • Judul atau tema yang dapat mencerminkan atau relevan dengan tema umum program ini.
  • Latar belakang/Rasional tentang mengapa tema tersebut dianggap penting, dan apa relevansinya dengan dan upaya-upaya perdamaian di Indonesia.
  • Untuk memudahkan penulisan, cobalah Anda perhatikan dan gunakanlah beberapa kata kunci berikut ini: perdamaian (peace), hubungan antar-kelompok (inter-group relation) , sikap saling menghormati (mutual respect), agama, konflik, resolusi konflik (conflict resolution), perbedaan (difference), karagaman (plurality), etnik, narasi bergambar (visual narative), saling memahami (mutual understanding), film/video sebagai medium penyampaian pesan.
  • Anda tidak harus memaksakan diri memasukkan semua kata kunci di atas ke dalam tulisan makalah-konsep Anda. Pilihlah mana yang paling relevan dengan gagasan Anda sendiri tentang apa yang akan dilakukan melalui program ini.
  • Rencana kerja selama berada di lapangan dan durasi (waktu) yang dibutuhkan untuk merealisasikan gagasan Anda. Pada prinsipnya, semua peserta akan diberangkatkan secara bersama-sama ke masing-masing lokasi setelah selesai mengikuti workshop pra-produksi (lihat time frame kegiatan). Yang juga perlu Anda tuliskan adalah apa saja yang akan Anda lakukan selama berada di lapangan dan, kalau mungkin, lokasi-lokasi mana saja yang ingin Anda datangi dan apa alasannya.

  • Praktek Pengambilan Gambar di Lapangan

    Yayasan Interseksi menyediakan waktu total selama 18 hari bagi masing-masing peserta untuk melakukan praktek pengambilan gambar video di lapangan secara mandiri. Interval waktunya dimulai dari tanggal 18 Juni 2010 sampai minggu pertama bulan Juli 2010. Setiap peserta diwajibkan berada di lapangan sekurang-kurangnya selama 10 hari. Di masing-masing lokasi, Yayasan Interseksi akan menghubungkan peserta dengan beberapa mitra individual yang, jika diperlukan, dapat membantu kelancaran aktivitas para peserta.


    Penulisan Chronicles
    Chronicles adalah rubrik yang berisi catatan-catatan personal para peneliti atau pekerja Yayasan Interseksi selama mereka berada di lapangan. Yang ditampilkan di sini bukan catatan lapangan (fieldnotes) yang langsung berhubungan dengan proses pengumpulan data untuk penelitian, melainkan lebih pada sisi human interest para peneliti ketika mereka berada di lapangan, yang secara tematik bisa saja berhubungan dengan tema penelitian yang sedang mereka lakukan tapi bisa pula tidak berhubungan sama sekali.

    Setiap peserta program ini juga diwajibkan menulis minimal satu jurnal atau catatan personal yang berisi pengalaman pribadinya masing-masing selama mengiktui program ini. Panjang tulisan minimal 3 halaman dan maksimal 5 halaman spasi ganda. Tidak ada batasan baku tentang bagaimana sebuah jurnal personal harus ditulis, sehingga masing-masing peserta dapat menuliskan pengalaman dalam cara dan gayanya sendiri. Meskipun demikian, sangat dianjurkan agar Anda menulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Seluruh tulisan jurnal personal tersebut akan dipublikasikan dalam rubrik CHRONICLES di situs web Yayasan Interseksi bersama dengan tulisan-tulisan Chronicles yang sudah ada.

    Tulisan Chronicles dikirim via email ke interseksi[at]gmail[dot]com selambat-lambatnya tiga hari setelah praktek pengambilan gambar di lapangan selesai.


    Workshop Pasca-Produksi
    Setelah proses pengambilan gambar di lapangan selesai, seluruh peserta WAJIB mengikuti workshop pra-produksi. Diperkirakan workshop akan berlangsung selama 8 hari penuh. Ada beberapa aktivitas utama yang akan dilakukan selama workshop pasca-produksi:
  • Presentasi peserta tentang footage/gambar yang diperolehnya selama berada di lapangan, dan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing peserta dengan footage yang sudah diperolehnya itu.
  • Diskusi dan pembahasan kritis atas footage dan gagasan tentang film/video yang akan dibuat yang telah dipresentasikan oleh peserta program bersama seluruh peserta workhsop.
  • Pembekalan teknis tentang editing, dan pengenalan software editing yang akan dipakai selama editing
  • Editing video oleh peserta. Panitia akan menyediakan perlengkapan untuk proses editing, yakni komputer desktop lengkap dengan software editing yang dibutuhkan, dan seorang konsultan teknis ahli editing untuk membantu para peserta selama proses editing.

  • Biaya Kegiatan dan Fasilitas yang Disediakan

    Diclaimer: Yayasan Interseksi bukan lembaga pemberi hibah atau agensi donor. Harap diperhatikan bahwa bantuan dana di bawah ini bukanlah hibah (grant) dari Yayasan Interseksi kepada peserta, melainkan merupakan bagian dari komponen biaya penyelenggaraan program secara keseluruhan.

    Peserta yang dinyatakan lolos seleksi penerimaan tidak akan dikenakan biaya apa pun untuk mengikuti seluruh tahapan aktivitas pelatihan penelitian ini. Semua biaya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan ini akan ditanggung oleh Yayasan Interseksi. Panitia juga akan menanggung biaya yang diperlukan selama peserta pelatihan melakukan praktek pembuatan video pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Komponen biaya penelitian lapangan yang sebagiannya akan ditanggung oleh panitia meliputi:

  • Tiket pesawat kelas ekonomi dari tempat domisili masing-masing ke Jakarta dan kembali ke kota masing-masing (sistem reimbursement atau penggantian biaya oleh Yayasan Interseksi berdasarkan bukti pengeluaran untuk pembelian tiket pesawat yang dilakukan oleh peserta sebelum berangkat ke Jakarta)
  • Tiket pesawat kelas ekonomi pulang pergi dari Jakarta ke lokasi-lokasi produksi video yang sudah ditentukan dan kembali ke Jakarta.
  • Biaya untuk kebutuhan makan-minum selama proses produksi video di lapangan
  • Biaya untuk kebutuhan transport lokal selama berada di lapangan
  • Biaya akomodasi (kalau diperlukan)
  • Asuransi kecelakaan Semua peserta akan diberi pembekalan singkat tentang tata cara penggunaan dan pelaporan penggunaan dana untuk biaya-biaya tersebut di atas.

    Di samping itu, bagi yang membutuhkan, panitia juga akan menyediakan fasilitas-fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak (hardwares and softwares) berikut:
  • Kamera Vido Full HD
  • Tripod
  • Hard disk eksternal berkapasitas 1 Terabytes
  • Komputer selama proses editing lengkap dengan software editingnyaSemua fasilitas hardware dan software tersebut di atas hanya boleh digunakan untuk kebutuhan pelaksanaan aktivitas-aktivitas yang langsung berhubungan dengan program Crossing Boundaries: Cross-culture Video Making Project for Peace, dan bukan untuk kebutuhan pribadi peserta. Peserta WAJIB mengembalikan semua fasilitas tersebut kepada Yayasan Interseksi segera setelah Workshop Pasca-produksi berakhir.