|  

Diskusi Agraria Bersama Gunawan Wiradi

Panji Y. Prasetya, Program Officer the Interseksi Foundation

DSC_0326


Pada hari kamis, 26 September 2013, Yayasan Interseksi kembali mengadakan diskusi dwiwulanan. Merayakan momentum Hari Tani Nasional sehari sebelumnya, diskusi kali ini mengangkat tema tentang beberapa persoalan agraria di Indonesia. Ada juga hal lain yang, setelah sempat tertunda-tunda, ingin kami peringati secara sederhana pada hari itu, yakni satu dasawarsa berdirinya yayasan Interseksi. Karena itu sebuah syukuran kecil kami siapkan sebagai pengingat bahwa apa yang sudah kami lakukan selama sepuluh tahun ini sangatlah kecil artinya dibandingkan dengan begitu besar dan rumitnya persoalan yang kita hadapi.

Diskusi kali ini menghadirkan Gunawan Wiradi, pemikir cum aktivis yang sudah puluhan tahun menekuni persoalan agraria di Indonesia. Selama dua jam, Wiradi menjadi narasumber untuk mendiskusikan berbagai permasalahan terkait politik agraria dan relevansi peringatan Hari Tani nasional dalam konteks tersebut. Diskusi ini dimoderatori oleh Sofyan Munawar Asgart dan dibuka dengan pengantar dari Hikmat Budiman, direktur yayasan Interseksi. Read More...
Comments

Workshop Pelatihan Penelitian Kelas 2013

Panji Y Prasetya, Program Officer the Interseksi Foundation


DSC_0304

Workshop pelatihan penyusunan proposal penelitian—sebagai kegiatan pertama dalam rangkaian pelatihan penelitian—telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, dari tanggal 2 September hingga 6 September 2013 di GG House, Bogor. Berdasar komposisi wilayah, penelitian ini diikuti oleh lima orang peserta dari Sulawesi (Zulham Mahasin, Vahrun, Mohamad Affandi, Edi Sumardi, dan Hamzah), dua orang dari Kalimantan (Muhammad Zunni Irawan, dan Gemma Ade Abimanyu); serta lima orang dari Jawa (Muh. Laila Maghfurrodhi, Veri Zunaedi, Lia Wulandari, Monica Dian Adelina, dan Stephanie Johar). Mereka akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan penyusunan proposal, penelitian lapangan, hingga penyusunan laporan penelitian. Read More...
Comments

Dilematis, Pemberantasan Premanisme di Indonesia

Monica Dian Adelina
Program Officer, The Interseksi Foundation

Pengantar

Yayasan Interseksi pada 24 Juli 2013 kembali mengadakan Diskusi Terbatas dengan mengundang Pandu Yuhsina Adaba seorang peneliti LIPI sebagai narasumber. Diskusi dihadiri oleh staf-staf Yayasan Interseksi, aktivis LSM dan para peneliti muda. Tema yang diangkat kali ini adalah masalah premanisme di Indonesia. Lewat tulisannya yang berjudul "Rivalitas Geng dalam Dinamika Politik di Yogyakarta", narasumber mencoba mengkaji hubungan antara geng motor (preman) dengan politik (partai politik).

IMG_0629


Yogyakarta adalah satu dari sekian banyak kota yang terkenal dengan keberadaan geng motornya. Di Yogya sendiri, terdapat dua kelompok besar geng motor yang sudah menjadi rival secara turun temurun sejak dulu. Namun, yang tidak banyak diketahui adalah di balik rivalitas geng ini ternyata terdapat rivalitas politik antar partai tertentu.Geng-geng motor di Yogya ternyata tidak berdiri sendiri, mereka juga diketahui berafiliasi dengan partai politik (parpol) tertentu.Terjadi simbiosis mutualisme antara keduanya. Dimana geng motor membutuhkan penyandang dana sekaligus backing dari orang berpengaruh parpol jika ada anggota yang tertangkap atau terkena masalah. Sedangkan parpol membutuhkan penghimpun massa sekaligus pasukannya. Read More...
Comments

Kepentingan Politik dan Korporasi Mengancam Eksistensi Media Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Monica Dian Adelina
Program Officer, the Interseksi Foundation


Pengantar

Saat ini kepemilikan media massa lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang berorintasi pada kepentingan politik dan bisnis (ekonomi) semata. Tak mengherankan saat ini media massa cenderung lebih digunakan untuk kepentingan bisnis pemilik dan kelompoknya yang seringkali terafiliasi dengan partai atau elit politik tertentu. Keadaan tersebut membuat media melupakan fungsinya utamanya untuk dapat memenuhi kepentingan informasi dan edukasi bagi masyarakat.

Kepentingan politik dan korporasi ini menyebabkan banyaknya program atau tayangan yang terkesan dipaksakan atau dibuat-buat. Program dan tayangan yang demikian cenderung berpotensi merugikan publik karena lama-kelamaan masyarakat akan menjadi jenuh, antipati dan tidak perduli. Jika hal tersebut terjadi maka fungsi media sebagai jembatan informasi dan eduksi untuk masyarakat serta salah satu pilar demokrasi, yaitu pilar keempat demokrasi (the fourth estate) tidak akan terwujud. Karena media tidak lagi menjalankan fungsi mengontrol dan mengkritisi jalannya pemerintahan (kekuasaan) dan kehidupan masyarakat agar tercipta kehidupan sosial ke arah yang lebih demokratis. Read More...
Comments

Pelatihan Penelitian Kelas 2013

Tema: Demokrasi dan Kewarganegaraan

research_training

program Pelatihan Penelitian yang diselenggarakan oleh the Interseksi Foundation, Jakarta, bukanlah sebuah kursus singkat penelitian sosial atau bengkel-bengkel penulisan akademik yang biasanya hanya berlangsung selama lebih kurang satu atau dua minggu. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan seperti itu, progam pelatihan ini akan berlangsung hampir selama 6 (enam) sampai 7 (tujuh) bulan. Oleh karena itu, mereka yang lebih berminat mengikuti kursus-kursus singkat tidak dianjurkan melamar program ini.


Advokasi sosial bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Selain melalui aksi demonstrasi di jalan-jalan, advokasi juga dapat dilakukan melalui penyampaian argumentasi yang dapat dipercaya dalam forum-forum konsultasi publik atau bentuk aktivitas lain. Apa pun bentuk yang dipilih, setiap advokasi membutuhkan dukungan argumentasi yang kukuh sehingga dapat dipercaya. Argumentasi Anda dapat dipercaya hanya apabila ia didukung oleh data yang kuat dan valid, sedangkan data yang kuat dan valid hanya mungkin diperoleh melalui metode pengumpulan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Singkatnya, data yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan adalah data yang diperoleh melalui proses-proses penelitian yang juga dapat dipertanggungjawabkan.

The Interseksi Foundation, Jakarta, berusaha mendukung para pelaku advokasi sosial melalui pemberian pelatihan penelitian sosial yang lengkap: mulai dari pembekalan metodologi, praktik penelitian lapangan, sampai penulisan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Untuk periode kelas Pelatihan 2013 ini, kami mengundang para pekerja advokasi muda yang menekuni isu-isu demokrasi, politik lokal, kewarganegaraan, konflik sumber daya alam, dan isu-isu diversitas kultural dalam relasinya dengan problematik kebangsaan Indonesia. Secara khusus program ini ditujukan bagi mereka yang berdomisili di Sulawesi (Utara, Gorontalo, Tengah, Barat, Tenggara, dan Selatan), dan Kalimantan.

Penting dicatat bahwa program Pelatihan Penelitian yang diselenggarakan oleh the Interseksi Foundation, Jakarta, bukanlah sebuah kursus singkat penelitian sosial atau bengkel-bengkel penulisan akademik yang biasanya hanya berlangsung selama lebih kurang satu atau dua minggu. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan seperti itu, progam pelatihan ini akan berlangsung hampir selama 6 (enam) sampai 7 (tujuh) bulan. Oleh karena itu, mereka yang lebih berminat mengikuti kursus-kursus singkat tidak dianjurkan melamar program ini.

Aktivitas utama program ini akan akan difokuskan pada (1) pemberian pelatihan di dalam kelas untuk memberi bekal pemahaman konseptual tentang subjek dan isu yang akan diteliti, cara membuat critical literature review, serta pembekalan metodologis; (2) pemberian pelatihan melalui praktek penelitian di lapangan, dan; (3) pelatihan penulisan laporan penelitian.


Peserta yang lolos seleksi penerimaan akan mendapatkan seluruh paket pelatihan secara cuma-cuma, dan subsidi sebagian dana praktek penelitian lapangan.

Jumlah peserta dibatasi hanya untuk 6 (enam) orang peserta dari Sulawesi, dan 2 (dua) orang dari Kalimantan. Pendaftaran peserta akan ditutup tgl. 20 31 Juli 2013. Silakan dibaca informasi lengkapnya
Comments