Jejak-jejak Perkembangan Pemerintahan dan Politik di Sulawesi
14/05/13 13:48 Filed in: ESSAYS
Halilintar Lathief
Universitas Negeri Makassar

Letak geografis Sulawesi memperlihatkan betapa Sulawesi berada dilintasan perjalanan baik secara regional maupun internasional. Jalur-jalur perjalanan telah terbentuk bahkan beberapa diantaranya telah digunakan secara berabad-abad. Peranan historis Makassar dan Buton sebagai pusat dari jalur rempah sejak abad pertengahan, memberi citra tersendiri dalam tradisi perjalanan dunia yang mencantumkan kawasan ini dalam peta-peta tua yang ada. Read More...
Comments
Komunitas Pintu Gerbang: Pengaruh Tipomorfologi Permukiman terhadap Pola Spasial Kota
14/05/13 00:34 Filed in: ESSAYS
Bambang Heryanto
Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota, Fakultas Tenik Universitas Hasanuddin-Makassar

Konteks Sosial-Budaya Demokrasi di Sulawesi Selatan
14/05/13 00:30 Filed in: ESSAYS
Heddy Shri Ahimsa-Putra
Antropologi Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Ketika Bapak dan Ibu Negara “Bermain-main” Media Sosial
28/04/13 18:20 Filed in: ESSAYS
Monica Dian Adelina
Peneliti the Interseksi Foundation, Jakarta

SBY dan Obama
Sejak berita akan diluncurkannya akun Twitter resmi Presiden SBY, muncul banyak pro dan kontra. Beberapa kalangan menyambut baik rencana ini, beberapa lainnya tidak hanya menanggapi nyinyir tetapi juga menganggap hal ini berlebihan dan tidak perlu. Banyak kalangan yang berkomentar soal rencana ini, mulai dari kalangan politisi sampai rakyat biasa.
Presiden sendiri beralasan bahwa peluncuran aku Twitter ini semata-mata agar ia dapat lebih dekat dengan rakyatnya. Seperti yang kita ketahui bahwa pengguna Twitter di Indonesia merupakan pengguna terbanyak kelima dan teraktif di dunia. Banyaknya orang Indonesia yang aktif menggunakan Twitter inilah yang kemudian dimanfaatkan entah oleh Presiden SBY sendiri atau penasehat politiknya untuk dapat menarik perhatian rakyat. Read More...
Peneliti the Interseksi Foundation, Jakarta

SBY dan Obama
Sejak berita akan diluncurkannya akun Twitter resmi Presiden SBY, muncul banyak pro dan kontra. Beberapa kalangan menyambut baik rencana ini, beberapa lainnya tidak hanya menanggapi nyinyir tetapi juga menganggap hal ini berlebihan dan tidak perlu. Banyak kalangan yang berkomentar soal rencana ini, mulai dari kalangan politisi sampai rakyat biasa.
Presiden sendiri beralasan bahwa peluncuran aku Twitter ini semata-mata agar ia dapat lebih dekat dengan rakyatnya. Seperti yang kita ketahui bahwa pengguna Twitter di Indonesia merupakan pengguna terbanyak kelima dan teraktif di dunia. Banyaknya orang Indonesia yang aktif menggunakan Twitter inilah yang kemudian dimanfaatkan entah oleh Presiden SBY sendiri atau penasehat politiknya untuk dapat menarik perhatian rakyat. Read More...
Dari Kuliah Umum Siti Ruhaini Dzuhayatin
28/04/13 18:15 Filed in: REPORT
Dilaporkan oleh Stephanie Djohar
Staf Program the Interseksi Foundation

Sumber Foto: Islam Watch
Siti Ruhaini Dzuhayatin adalah salah satu anggota komisioner yang mewakili Indonesia dan menjadi salah satu dari empat anggota perempuan. Kuliah umum yang difasilitasi oleh Abdurrahman Wahid Center Universitas Indonesia pada tgl. 11 April 2013 ini memperbincangkan HAM dan Islam dalam implementasi HAM di Negara-negara mayoritas muslim yang menjadi anggota OKI. Inti dari perbincangan ini adalah bagaimana mencari suatu titik temu antara perbedaan-perbedaan tafsir HAM universalitas dan Islam sehingga diharapkan dapat terjadi suatu proses harmonisasi yang bermuara kepada pengakuan substantif terhadap nilai-nilai universal, namun masih memberikan ruang pada nilai-nilai budaya setempat. Read More...
Staf Program the Interseksi Foundation

Sumber Foto: Islam Watch
Tarik Tambang Antar HAM Universal dan Islam
Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau yang di lingkungan internasional lebih dikenal sebagai Organization of Islamic Conference (OIC) merupakan asosiasi terbesar kedua di dunia setelah United Nation (PBB) yang beranggotakan 57 negara (www.oic-oci.org). Dalam perkembangannya, OKI menghasilkan Deklarasi Kairo (1990) sebagai wujud dari pernyataan komitmen terhadap isu hak asasi manusia (HAM). Hal ini berkembang dengan dibentuknya Komisi Independen Permanen Hak Asasi Manusia (HAM) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 18 komisioner. Dalam komisi ini, empat orang diantaranya adalah perempuan, yaitu dari Malaysia, Sudan, Afganistan dan Indonesia.Siti Ruhaini Dzuhayatin adalah salah satu anggota komisioner yang mewakili Indonesia dan menjadi salah satu dari empat anggota perempuan. Kuliah umum yang difasilitasi oleh Abdurrahman Wahid Center Universitas Indonesia pada tgl. 11 April 2013 ini memperbincangkan HAM dan Islam dalam implementasi HAM di Negara-negara mayoritas muslim yang menjadi anggota OKI. Inti dari perbincangan ini adalah bagaimana mencari suatu titik temu antara perbedaan-perbedaan tafsir HAM universalitas dan Islam sehingga diharapkan dapat terjadi suatu proses harmonisasi yang bermuara kepada pengakuan substantif terhadap nilai-nilai universal, namun masih memberikan ruang pada nilai-nilai budaya setempat. Read More...