Nov 2010
Ini Medan Bung!
01/11/10 10:17 Filed in: CROSSING BOUNDARIES | REPORT
Cerita Roadshow "Crossing Boundaries" dari Medan, 13-14 Oktober 2010
Indriani Widiastuti (Program Officer The Interseksi Foundation)

Sejujurnya, kami sedikit terengah-engah dengan jadwal roadshow yang cukup padat. Setelah pulang dari Makassar kemarin, kami menyisipkan Roadshow di Jakarta, tepatnya di SMAN 81, Kalimalang, Jakarta Timur. Namun istirahat total selama beberapa hari cukup memulihkan tenaga kami. Roadshow pertama kami bertempat di Gedung Serba Guna Lt.2, FISIP Universitas Sumatera Utara (USU). Acara pemutaran film dan diskusi kali ini dipadati oleh siswa SMA dan mahasiswa dari Departemen Antropologi USU. Ruangan besar itu terisi para undangan pada pukul 09.30. Berbeda dengan Makassar, kali ini hanya beberapa hadirin yang berasal dari organisasi non pemerintah dan non akademis. Di acara ini kami kedatangan tamu yang cukup istimewa, yakni kepala kuil di Kampung Tamil yang juga menjadi "pemeran" dalam film "Tamil" karya Ronaldiaz Hartantyo. Interseksi diundang untuk datang berkunjung ke kuil mereka, tetapi kami tidak dapat memenuhi undangan ini. Kami cukup senang dengan hanya melihat Kampung Tamil dan kuil yang ada di film itu dalam perjalanan kami menuju lokasi-lokasi roadshow.

Dua orang partisipan terbaik hari itu mendapatkan masing-masing sebuah DVD kompilasi Crossing Boundaries. Kami juga membuat sayembara kecil berhadiah paket DVD bagi hadirin yang tidak sempat memberi komentar dalam acara hari itu, dapat mengirimkannya ke email Interseksi setelah acara berlangsung.

Dalam materi diskusi yang dipresentasikannya, Robert Sibarani -Rektor Universitas Dharma Agung dan narasumber dalam diskusi kali ini- berpendapat bahwa dalam sebuah masyarakat yang multikultur dibutuhkan sikap kesetiakawanan yang tinggi antar anggota masyarakat. Beliau tampak terharu melihat salah satu film yang dibuat oleh Tiara M. Salampessy mengenai kaum Pagandeng di Makassar, karena menurutnya etos kerja keras yang dimiliki oleh generasi muda saat ini sudah sangat kurang. Ia berharap, melalui film ini selain menyampaikan pesan perdamaian, juga dapat menggugah generasi muda untuk lebih giat dan tidak mudah menyerah dalam menjalani hidup.
Comments