FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

Workshop Pasca-Produksi

Tgl. 30 Juni 2010, Para peserta program Cross Culture Video Making Project for Peace: Crossing Boundaries 2010 baru saja selesai melakukan pengambilan gambar di tiga lokasi secara paralel: Jakarta, Medan, dan Makassar. Pasti ada banyak cerita yang mereka bawa pulang dari pengalaman hidup di lingkungan yang berbeda dari tempat hidupnya sehari-hari. Lebih dari itu, akan ada banyak data audio-visual atau footage yang mereka bawa pulang sebagai bahan membuat sebuah video dokumenter tentang masing-masing subjek yang mereka pilih. Bagaimana Tiara yang berasal dari Ambon dan Saiful yang asli Jakarta melihat dan menafsirkan pertemuannya dengan komunitas masyarakat di Makassar, atau bagaimana Umar yang dari Aceh masuk ke dalam kehidupan orang-orang "Betawi" keturunan Portugis di kampung Tugu, Jakarta? Bagaimana pula dengan Reza yang tumbuh dewasa di Papua melihat salah satu sisi kehidupan di Jakarta, atau Aldi yang sehari-hari tinggal di Bandung dan kuliah di jurusan arsitektur ITB menafsirkan sisi-sisi kehidupan kota Medan bersama Andang yang asal Jakarta?

Mulai tgl. 1 - 10 Juli 2010, mereka akan terlibat penuh dalam workshop pasca-produksi di tempat yang sama ketika mereka mengikuti workshop pra-produksi beberapa minggu yang lalu. Dalam workshop kali ini, semua pengalaman dan tangkapan audio-visual para peserta akan dibahas, didiskusikan, ditataulang agar bisa disajikan menjadi sebuah video dokumenter yang bukan hanya layak ditonton melainkan juga kritis dan dapat menjadi bahan refleksi ke dalam bagi pembuatnya sendiri.

Sebagian besar rombongan akan berangkat bersama-sama dari kantor Interseksi siang menjelang sore hari tgl. 1 Juli 2010. Berbeda dengan workshop sebelumnya, workshop pasca-produksi hampir secara eksklusif hanya akan diikuti oleh peserta program, fasilitator, konsultan teknis, dan panitia. Kami tidak melibatkan pihak lain di luar itu karena ingin memberi ruang dan waktu kepada peserta untuk bisa berkonsentrasi melakukan penyuntingan video.