Roadshow Medan
08/10/10 11:12 Filed in: CROSSING BOUNDARIES | NEWS
Posted by Webmaster
Setelah sukses menyelenggarakan roadshow dan diskusi publik di kota Makassar tgl. 29-30 September 2010 yang lalu (laporan detailnya masih sedang dipersiapkan), mulai tanggal 13 sampai 14 Oktober 2010 Yayasan Interseksi akan berangkat ke Medan untuk tujuan yang sama, yakni roadshow dan diskusi publik program Crossing Boundaries: Cross Culture Video Project for Peace 2010. Aktivitasnya meliputi pemutaran video-video yang dihasilkan oleh para peserta program Crossing Boundaries, dan dilanjutkan dengan diskusi publik tentang isu-isu relasi antar kelompok sosial yang berbeda dalam konteks penciptaan dan pemeliharaan perdamaian di Indonesia. Di kota Medan, kami bekerjasama dengan Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Sudah cukup banyak diketahui bahwa Medan adalah salah satu contoh tipikal dari setting masyarakat multikultural di Indonesia. Penduduk kota ini tersusun dari beberapa pengelompokan sosial berdasarkan etnis bahkan ras yang berbeda. Ras. etnis, dan agama warga yang berbeda tentu saja juga ada di kota-kota lain, tapi pengelompokan sosial yang dalam banyak kasus juga ditandai oleh pembagian teritori berdasarkan pengelompokan tersebut sehingga menyerupai kantong-kantong kultural yang terpisah tidaklah terlalu banyak jumlahnya di Indonesia. Medan adalah salah satunya. Dan seperti halnya Makassar, Medan juga merupakan salah satu lokasi tempat proses pengambilan gambar video program Crossing Boundaries 2010 berlangsung.
Ada dua video dokumenter yang dibuat oleh peserta program Crossing Boundaries 2010 yang mengambil setting multikultural medan. Yang pertama adalah Lapo oleh Andang Kelana, dan yang kedua adalah Tamil yang dikerjakan oleh Ronaldiaz Hartantyo. Di samping video-video lainnya, dua video dokumenter tersebut tentu saja akan diputar dan didiskusikan di Medan tgl. 13-14 Oktober 2010 ini.

Sudah cukup banyak diketahui bahwa Medan adalah salah satu contoh tipikal dari setting masyarakat multikultural di Indonesia. Penduduk kota ini tersusun dari beberapa pengelompokan sosial berdasarkan etnis bahkan ras yang berbeda. Ras. etnis, dan agama warga yang berbeda tentu saja juga ada di kota-kota lain, tapi pengelompokan sosial yang dalam banyak kasus juga ditandai oleh pembagian teritori berdasarkan pengelompokan tersebut sehingga menyerupai kantong-kantong kultural yang terpisah tidaklah terlalu banyak jumlahnya di Indonesia. Medan adalah salah satunya. Dan seperti halnya Makassar, Medan juga merupakan salah satu lokasi tempat proses pengambilan gambar video program Crossing Boundaries 2010 berlangsung.
Ada dua video dokumenter yang dibuat oleh peserta program Crossing Boundaries 2010 yang mengambil setting multikultural medan. Yang pertama adalah Lapo oleh Andang Kelana, dan yang kedua adalah Tamil yang dikerjakan oleh Ronaldiaz Hartantyo. Di samping video-video lainnya, dua video dokumenter tersebut tentu saja akan diputar dan didiskusikan di Medan tgl. 13-14 Oktober 2010 ini.