Pemilihan Umum Anggota Keluarga

Membuka lembaran kertas suara dan mengamati calon wakil rakyat yang akan dipilih, serasa membuka lembaran kartu keluarga. Nama calon yang disajikan partai politik peserta pemilu banyak di antaranya hampir mirip. Bukan karena kebetulan, namun ini betulan sebab memang disengaja. Mereka memiliki hubungan kekerabatan karena berasal dari rumpun keluarga tertentu.

Mereka mudah diketahui, siapa sebenarnya dirinya dan bagaimana latar belakangnya, cukup melihat namanya. Misal, pada kertas suara ada caleg yang nama belakangnya Yasin Limpo atau YL. Oh, tentu mereka dari klan Yasin Limpo. Klan ini menjadikan pemilu sebagai jalur berpolitik dinasti. Pemilih awam pun tak perlu banyak bertanya, siapakah mereka sebenarnya. Ibaratnya, bukan lagi membeli kucing dalam karung. Di Sulawesi Selatan, menyebut nama Yasin Limpo, hampir tak ada yang tak mengenalnya dengan berbagai rekam jejaknya. Klan Yasin Limpo berusaha merebut dukungan rakyat melalui pemilu. Melalui pemilu, mereka mendapat legitimasi untuk berkuasa.

Saya mencatat, pada Pemilu 2014, ada sembilan anggota keluarga besar Yasin Limpo ikut menjadi kontestan. Jumlah ini paling banyak di antara mereka yang berpolitik kekerabatan melalui pemilu. Saya mengaitkannya dengan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan dan Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia. Pada asosiasi ini, ratu dinasti politik di Indonesia, Ratu Atut menjadi anggota. Jika Atut menjadi ratu dinasti, maka Syahrul yang menjadi raja.

Pada Pemilu 2014 di Banten, klan Atut juga turut meramaikan. Pileg atau pemilihan umum anggota legislatif pun saya ibaratkan sebagai pemilihan umum anggota keluarga. Rakyat “dipaksa” oleh konstitusi untuk memilih anggota keluarga, bukan wakil rakyat sesungguhnya.

Tak ada yang salah dengan dominasi klan tertentu dalam bursa calon wakil rakyat. Namun, dominasi itu tidak dibangun melalui meritokrasi, melainkan melalui nepotisme kepala daerah merangkap ketua partai. Suami di lembaga eksekutif, istri di lembaga legislatif. Para pemimpin kita pun berasal dari ranjang yang sama.

Hasil pemilu menunjukkan para kerabat kepala daerah memiliki elektabilitas cukup tinggi. Ada yang memperoleh suara separuh dari daftar pemilih tetap, sementara tingkat partisipasi cukup rendah. Di Sulawesi Selatan caleg peraih suara tertinggi didominasi kerabat kepala daerah atau mereka yang berpolitik kekerabatan.

Entah, bagaimana caranya suara itu diraih. Apakah karena kepercayaan (trust) rakyat pada mereka begitu tinggi atau karena adanya penyalahgunaan kekuasanaan dengan memanfaatkan sumber daya kedudukan (politisasi birokrasi). Inilah hasil dari demokrasi elektoral. Wajah parlemen dari hasil pemilu tahun ini berwajah keluarga.**

Kepala Daerah Nama Kerabat Status Kerabat Lembaga Legislatif Dituju Partrai
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo Haris Yasin Limpo adik DPRD Makassar Golkar
Susilo MT Harahap ipar DPR RI Golkar
Tenri Olle Yasin Limpo kakak DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Dewie Yasin Limpo adik DPR RI Golkar
Indira Chunda Thita Syahrul Putri anak DPR RI PAN
Akbar Danu Indarta keponakan DPRD Gowa Golkar
Andi Ishak ipar DPRD Gowa Golkar
Andi Pahlevi keponakan DPRD Makassar Gerindra
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang Musafir Kelana Arifin Nu’mang kakak DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo Adnan Purichta Ichsan anak DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin Aliyah Mustika Abdullah istri DPR RI Demokrat
Nurhani Sirajuddin adik DPR RI Demokrat
Andi Rachmatika Dewi Yustisia keponakan DPRD Sulawesi Selatan Nasdem
Bupati Barru, Andi Idris Syukur Andi Mirza Riogi anak DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin Fachruddin Rangga adik DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Bupati Bone, Andi Fahsar Padjalangi Andi Yagkin Padjalangi adik DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Andi Rio Idris Padjalangi keponakan DPR RI Golkar
Andi Ryad Baso Padjalangi keponakan DPRD Bone Golkar
Bupati Luwu, Andi Mudzakkar Andi Tenri Karta Mudzakkar istri DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar adik DPD RI
Kahar Agung Khaeruddin keponakan DPRD Sulawesi Selatan PBB
Ummu Kalsum kakak DPRD Sulawesi Selatan PBB
Buhari Kahar Muzakkar adik DPR RI PAN
Hasan Kamal adik DPD RI
Muslimin Kahar Muzakkar adik DPRD Sulawesi Selatan PKS
Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid Sofyan Syam anak DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Andi Ilham Zainuddin ipar DPRD Pangkep Golkar
M Yusran keponakan DPRD Pangkep Golkar
Bupati Luwu Utara, Arifin Djunaid Muhammad Rizha anak DPRD Sulawesi Selatan Golkar
Rafika Said istri DPRD Luwu Utara Golkar
Mustaming Makkasau adik DPRD Luwu Utara PAN
Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan Zunaidi Hasan anak DPRD Sulawesi Selatan PPP
Bupati Sidrap, Rusdi Masse Fatmawati istri DPR RI PPP
Taqyuddin Masse kakak DPRD Sidrap Gerindra
Bupati Selayar, Syahrir Wahab Norma istri DPRD Selayar Golkar
Bupati Soppeng, Andi Soetomo Andi Patapaunga istri DPRD Soppeng Gerindra
Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma Andi Fauziah Pujiwatie anak DPR RI Golkar
Bupati Maros, Hatta Rahman Suhartina ipar DPRD Maros PAN
Haeriah Rahman adik DPRD Maros PAN
Amri Yusuf ipar DPRD Maros PAN
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar Ikram Iskandar adik DPRD Jeneponto Demokrat
Hamsiah istri DPRD Jeneponto Golkar
Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu Andi Kaharuddin kakak DPRD Jeneponto Demokrat
Emilia Yolanda anak DPRD Jeneponto Golkar
Bupati Tana Toraja, Theofilius Allorerung Yariana Somalinggi istri DPRD Tana Toraja Golkar
Wakil Bupati Tana Toraja, Adelheid Sosang Johannis Amping Situru suami DPRD Tana Toraja Gerindra
Peserta Program Pelatihan Penelitian Kelas 2013/2014, dan anggota tim peneliti Kota-kota di Sulawesi, Yayasan Interseksi