Sayonara Workshop

DSC_0047
Dua hari menjelang pertandingan final Piala Dunia 2010, tepatnya tanggal 10 Juli 2010, workshop pasca produksi program pembuatan video untuk perdamaian “Crossing Boundaries” berakhir. Sepuluh hari sejak tanggal 1 Juli para peserta di dalam bootcamp penyuntingan. Bermalam-malam menghadap layar monitor dan telinga ditutupi headphone. Tiga malam terakhir sejak saya terakhir menulis reportase, kami bekerja lebih keras, dibantu oleh seeorang konsultan teknis, Ari Dina Krestiawan. Proses finalisasi tidak hanya sekedar menyempurnakan film yang telah diedit oleh peserta, menambahkan “aksesoris” seperti transisi fade-in dan fade-out atau menambahkan musik latar. Namun juga menyiapkan transkrip, credit title, mengedit audio dan yang paling susah: mencari judul!


Tidak sedikit peserta yang mengedarkan secarik kertas untuk diisi oleh peserta lain, berharap ada ide brilian untuk judul film mereka. Reza, peserta dari Papua yang memfilmkan ojek sepeda di Kota Tua, Jakarta, menemukan judul filmnya secara tidak sengaja. “Sutadi: Sudah Tidak Di sini”, begitu katanya, “pas banget ya seperti singkatan”. Tak jarang peserta tertawa sendiri dengan judul filmnya dan usul aneh-aneh dari peserta lain, seperti film Aldi mengenai orang Keling di Medan yang hendak diberi judul “Real Madras” (judul ini terdengar seperti Real Madrid, kebetulan Aldi adalah penggemar berat sepak bola dan masih dalam suasana demam bola) atau “Pusing Tujuh Keling Keling”. Dirmawan Hatta, salah seorang fasilitator dalam workshop ini, menekankan bahwa sebaiknya pemilihan judul harus tepat menggambarkan keseluruhan film, sehingga tidak “mematikan” film yang sudah susah payah dibuat.

DSC_0054
Selain mencari judul, peserta juga diharuskan membuat transkrip film yang berguna pada saat pembuatan subtitle pada dalam proses finalisasi nanti. Rencananya film ini akan dialihbahasakan juga ke dalam bahasa Inggris. T. Umar -peserta dari Aceh yang memfilmkan masyarakat Betawi di kampung Tugu- terlihat serius mencari teks lagu Girl from Ipanema atau Garota de Ipanema dalam bahasa Portugis. Salah satu adegan dalam filmnya, tokohnya yang mengajarkan bahasa Portugis. Lagu yang dinyanyikan oleh para pengunjung lapo di Medan dari rekaman video yang dibuat Andang (Jakarta), pun harus dicari terjemahannya. Seringkali para peserta mengalami kesulitan untuk memahami dialek daerah narasumber yang diwawancarai. Hal-hal remeh semacam ini dapat menjadi besar ketika kita sedang menuliskan transkrip.

 

DSC_0066
Selama workshop pasca produksi, para peserta juga difilmkan oleh panitia, jadi semacam behind the scene. Para peserta diwawancara mengenai apa saja yang menjadi halangan mereka selama proses penyuntingan dan hal-hal apa yang menarik selama proses tersebut. Ternyata banyak perubahan pada film mereka menjelang hari-hari terakhir. Pemikiran peserta bahwa film dokumenter adalah seperti dokumentasi gaya televisi, dirombak habis` oleh para fasilitator. Stock shot yang tadinya tidak digunakan, sudah menggantikan bagian-bagian yang terlihat klise dan stereotipe. Penambahan musik yang pas juga berpengaruh terhadap emosi penonton dan pemilihan musikpun tidak bisa sembarangan. “Jangan mentang-mentang yang lain ada lagunya, lantas kalian yang nggak perlu ditambah lagu, jadi diada-adain”, kata Hafiz (salah satu fasilitator).

 

DSC_0067
Pada acara penutupan sebelum peserta kembali ke Jakarta, Hikmat Budiman selaku direktur Yayasan Interseksi, berpesan bahwa melalui program ini diharapkan proses kreatif peserta tidak berakhir sampai dengan DVD film mereka diperbanyak dan dipertontonkan ke banyak orang saja, akan tetapi mereka juga diharapkan dapat membagikan ilmunya kepada komunitas mereka di daerah asal. Setelah workshop ini film yang telah diedit akan masuk ke proses mastering dan kemudian digandakan ke dalam kepingan DVD.
Program Officer Yayasan Interseksi
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>