FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

Cetak Ulang Buku Hak Minoritas Dilema Multikulturalisme di Indonesia

buku hak minoritas


Kalau segalanya berjalan sesuai rencana, bulan agustus 2007 ini Yayasan Interseksi akan menerbitkan dua buah buku sekaligus. Yang pertama adalah buku yang didasarkan pada hasil penelitian tentang Hak Minoritas tahap kedua di Medan, Cianjur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Saat ini naskah buku tersebut sedang dalam proses akhir penyuntingan, dan diperkirakan dalam beberapa hari ke depan sudah akan mulai masuk tahap pracetak, dan mudah-mudahan sekitar pertengah Agustus sudah mulai naik cetak.

Buku kedua adalah edisi cetak ulang buku Hak Minoritas. Dilema Multikulturalisme di Indonesia, yang didasarkan pada hasil penelitian tahap pertama. Di luar dugaan kami, buku ini ternyata mendapat resepsi yang sangat baik dari khalayak pembacanya, dan telah habis persediaannya bahkan sejak sepuluh bulan pertama ia diterbitkan bulan agustus tahun 2005 yang lalu. Baru tahun ini kami bisa menerbitkan edisi cetak ulangnya setelah kami mendapatkan bantuan finansial dari yayasan TIFA. Interseksi memang mendapatkan sejumlah uang dari margin hasil penjualan sebagian buku ini, tapi sejak awal buku itu dijual jauh dibawah perhitungan untung rugi usaha penerbitan komersial. Sebab jika demikian, selain harga yang didapat pembaca akan jauh lebih mahal, hal tersebut juga ditakutkan akan menggeser impresi orang tentang orientasi kelembagaan yayasan Interseksi sebagai sebagai badan hukum nirlaba. Kalau mau jujur, hasil margin penjualan itu bahkan tidak cukup untuk menutupi ongkos cetak yang kami belanjakan waktu itu. Dengan demikian, penjualan buku bagi kami sebenarnya lebih merupakan usaha untuk memperluas akses masyarakat terhadap hasil penelitian kami daripada murni upaya mencari keuntungan finansial. Interseksi tetap pada komitmen bahwa publikasi adalah bagian dari proses pertanggungjawaban (intelektual) kami kepada publik.


Buku Hak Minoritas. Dilema Multikulturalisme di Indonesia tentu saja adalah sebuah batu-tapak yang menggembirakan bagi kami, dan buku lanjutannya diharapkan akan lebih baik kualitasnya. Buku pertama telah memberi kami semangat bahwa penelitian yang baik bisa diteruskan menjadi publikasi yang diterima baik oleh pembaca. Kenyataan bahwa buku tersebut juga mulai banyak dirujuk dalam beberapa kajian lain dengan tema yang relevan oleh beberapa lembaga lain, bahkan dijadikan sebagai materi bahan ajar di beberapa institusi pendidikan, hal tersebut menunjukkan bahwa apa yang kami kerjakan ada sedikit manfaatnya bagi masyarakat.

Pada edisi cetak ulang ini, beberapa kesalahan yang sangat mengganggu seperti kesalahan cetak pada header beberapa tulisan, kejanggalan penomoran catatan kaki dan beberapa kekeliruan minor lainnya sudah diperbaiki.


Berita Duka


sad news


Salah seorang peneliti Interseksi, Ridwan Al-Makassary, yang sekarang sedang berada di Amerika Serikat untuk sebuah kursus tentang pluralisme, mengirimkan sebuah kabar sedih bagi komunitas Interseksi: salah seorang warga Interseksi, E. Kusnadiningrat, telah meninggal dunia beberapa hari yang lalu.

Kusnadiningrat adalah salah satu anggota Forum Interseksi sejak pertama kali forum ini dimulai bulan oktober tahun 2001 yang lalu. Tahun 2002 ia masih ikut aktif merancang beberapa pertemuan Forum Interseksi berikutnya, meskipun ia sendiri sudah tidak bisa lagi ikut serta sejak putaran diskusi ketiga. Diskusi persiapan Forum Interseksi terakhir yang diikutinya adalah ketika kami mempersiapkan topik Civil Rights dalam sebuah diskusi santai di Restoran Situ Gintung, Ciputat.

Seluruh warga komunitas Interseksi menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum, dan secara seksama mendoakannya mendapat tempat terbaik di haribaan-Nya. Selamat jalan sahabat!