FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

Multikulturalisme, Dirayakan atau Dipertanyakan?

Oleh Bosman Batubara
Dalam tulisannya yang terkenal, berjudul ‘Can the Subaltern Speak?’, Gayatri Chakravorty Spivak, mengungkapkan bahwa kekerasan bukan hanya hadir dalam bentuk kasat mata seperti yang lazim kita kenali selama ini. Kekerasan dapat juga menjelma dalam bentuk yang subtil dengan kadar bahaya yang lebih dahsyat dalam bentuk ‘epistemic violence’ (kekerasan epistemologi). Meski Spivak melandaskan argumennya pada konteks relasi Barat-Timur, Penjajah-Terjajah, tetapi metodenya dalam menganalisis bagaimana sesuatu menahbiskan diri sebagai Subyek (dalam hal ini Barat), dan bagaimana sesuatu diluarnya ditahbiskan sebagai Obyek (dalam hal ini Timur), dapat dipakai untuk menjejaki fenomena yang kurang-lebih sama dalam konteks yang berbeda. Baca selanjutnya>>