Sahabat Jenaka
Itu Sudah Pergi
December 31, 2009/ 00:10 | Filed in:
NEWS
Gus Dur telah meninggalkan kita selamanya,
rabu 30 desember 2009. Bumi berduka, langit
kelam dan udara basah oleh hujan. Konon,
detik ketika Bhisma menghembuskan nafasnya
yang penghabisan, dewa-dewa mematung
khidmat, dan para bidadari serempak turun
dari swarga loka menaburkan kesturi. Gus
Dur bukan Bhisma yang memilih menampik
tahta dan kesenangan, dan bisa memilih
sendiri waktu kematiannya. Gus Dur adalah
hidup yang gembira untuk melawan duka yang
ditimpakan oleh hidup yang bengis. Ia telah
menghabiskan seluruh umurnya untuk
mengajari kita menyongsong hidup selalu
dengan harapan dan keriangan. Bahkan ketika
pintu demokrasi dikunci, dan politik
dikonversi menjadi ketaklidan. Ia memberi
contoh tentang keberanian menggusur yang
jumud, membongkar yang mapan. Meskipun
periang dan mampu membuat banyak orang
meledak dalam kegembiraan, ia tidak ngotot
minta disukai semua orang. Ia bisa menerima
dicintai tapi juga bisa ikhlas dibenci.
Karena itu kematiannya membekaskan nganga
besar di hati jutaan manusia.
Gus Dur memang pantas dikenang. Kami
berduka sepenuh-penuhnya tentu saja, tapi
kami akan terus menghadapi hidup dengan
gembira, dan berani seperti yang telah kau
ajarkan.
Selamat jalan sahabat!