FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

Purifikasi, Wong Tengger, Islam, Hindu

Mengatur Siasat di Tengah Purifikasi

Technorati Profile
(Bagian Satu)
Posted by: Paring Waluyo Utomo
Anggota Tim Peneliti Hak Minoritas dan Multikulturalisme Yayasan Interseksi



Saya telah membaca kiriman e-mail dari kawan-kawan. Terima kasih atas beberapa pertimbangan yang disampaikan kepada saya. Saat ini saya fokus di dua desa di Tengger yang masuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, yakni Desa Wonokerto dan Desa Ngadas. Kedua desa ini saling bersebelahan. Keduanya saya jadikan situs penelitian, karena keduanya memiliki karakteristik yang menarik. Di Desa Ngadas inilah koordinator Dukun Tengger tinggal, sementara di Desa Wonokerto terdapat “orang Tengger” yang telah menganut Islam. Saat ini Islam memang telah menjamah sebagian desa Tengger, namun Wonokerto adalah “desa Islam” yang letaknya paling tinggi dan berbatasan langsung dengan desa-desa Tengger di dataran atas.

Karena orang-orang di Wonokerto ini memeluk Islam, maka Desa Ngadirejo yang berada di bawah Wonokerto dinyatakan sebagai Desa Putus oleh orang-orang Tengger di atas Wonokerto. Menurut orang-orang Tengger di desa-desa atas, gara-gara Wonokerto memeluk Islam inilah desa Ngadirejo dan desa Ngadas tidak dapat melaksanakan Upacara Karo.[1] Baca selanjutnya>>