Chronicles adalah rubrik yang berisi catatan-catatan personal para peneliti Interseksi selama mereka berada di lapangan. Yang ditampilkan di sini bukan catatan lapangan (fieldnotes) yang langsung berhubungan dengan proses pengumpulan data untuk penelitian, melainkan lebih pada sisi human interest para peneliti ketika mereka berada di lapangan, yang secara tematik bisa saja berhubungan dengan tema penelitian yang sedang mereka lakukan tapi bisa pula tidak berhubungan sama sekali.
Lihat Sebagian Ringkasannya
CHRONICLES 2007
- Catatan singkat tentang sejarah komunitas Tolotang
- Catatan dari Amparita: setting etnografi komunitas Tolotang Towani
- Catatanku dari Tolotang
- Lima Hari di Cianjur: Sebuah Catatan Awal
- Selamat Tinggal Gerbang Marhamah
- Memburu Fokus dari Kantor Etnomusikologi
- Titik Terang dari Jalan Pancing
- “Apaan (itu) Es Teh?”
- Notes from a "Terra Incognita"
-
Catatanku Sebagai Evaluator Penelitian di Sumatera
Utara
- Dua Hari Bersama Uzair di Medan
- Minggu Pertama di Komunitas Tengger
- Mengatur Siasat di Tengah Purifikasi (Bagian Satu)
- Mengatur Siasat Ditengah Purifikasi (Bagian Dua)
CHRONICLES 2009
- Banjir, Lanskap Wilayah dan Wisata Pascakolonial
- Keterpencilan Komunitas Adat Terpencil
- Merayap di Danau Kuping Bersama Pak Dullah
- Bomo, Saksi Perubahan
- Pakaian Dinas Lapangan
- Mencari Lauk, Menemukan Sate Pusut
- Melihat "Buda Keling" dari Wetutelu
- Hujan di Malaysia, Banjir di Sembakung
- Otoritas, dan Industri Penelitian di Kampung Naga
- Mencari Asisten Peneliti...
- Ke Suluk Bongkal...
- Dikir: Tradisi Pengobatan Orang Sakai....
- Cerita Si Willy dan Kampung Naga
CHRONICLES 2008
- PEWARTA (Persaudaraan Warga Tani)
- Dokumen yang Menyelamatkanku dari Bahasa Jawa
- Jati Mulya di Bulan Puasa
- Belajar Spradley di Jatimulya
- Perjalananku ke Solo
- Narasi Kota Kecil Bahagia
- Observasi dan Wawancara
- Bingung Aku!
- Ini Medan, Bung!
- Pelayanan Kesehatan di Banjar
- Dari Interim Meeting
- Pertanyaan ke Observasi
- Perjalanan Wawancara ke Malang
Notes from a "Terra Incognita"
First Day in Medan I almost failed to fly to Medan this morning. For Mandala airline, I was "blamed" for not confirming my flight a day before departure. For me, the rule is too bureaucratic. As long as I know, this is the only airline that obliges their passenger to give report about their plan of departure (though in fact they already issued the ticket, like me, which I guess can be interpreted as a kind of confirmation about departure plan).