ESSAYS

The views presented in these essays are those of the individual authors and do not necessarily represent or reflect those of the Interseksi Foundation or its management.

  • Molibu: Pengambilan Keputusan Masyarakat dalam Pengembangan Bidang Perikanan di Kabupaten Donggala

    Komoditas kelautan dan perikanan adalah salah satu komoditas yang sangat penting dalam perdagangan global karena memiliki nilai yang sangat besar terhadap tingginya permintaan dunia. Di samping komoditas kelautan yang terdiri atas  berbagai macam bentuk jenis produk, komoditas perikanan juga...

    0
  • Pembangunan Sektor Perikanan di Kabupaten Donggala dengan Pendekatan Ekosistem

    ABSTRAK Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat serta meningkatnya kebutuhan hidup, kondisi sumberdaya alam semakin tertekan secara, termasuk secara khusus sumberdaya perikanan. Tekanan tersebut mencakup dampak aktivitas antropogenik langsung maupun tidak langsung, termasuk perubahan iklim global dan...

    0
  • Pengembangan Sektor Perikanan di Kabupaten Donggala*)

    Pendahuluan Sektor perikanan di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Sebagai sebuah negara maritim, Indonesia memiliki luas laut sebanyak 5,8 juta km2, 17.499 pulau dan garis pantai sepanjang 80.791 km (Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2013). Selanjutnya, 50% dari luas...

    0
  • Menjadikan Warga sebagai Aktor Utama Pembangunan Pariwisata Mamasa*)

    Pengantar Dalam lanskap makro pembangunan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ada semacam pembagian peran dan fokus pembangunan antar-region. Wilayah Kabupaten Mamuju dan sekitarnya diandalkan menjadi pusat pemerintahan Provinsi Sulbar, Kabupaten Majene diproyeksikan sebagai kota pendidikan, Kabupaten Polewali sebagai pusat pengembangan...

    1
  • Pengembangan Pariwisata Mamasa*)

    PENDAHULUAN Kegiatan Public Hearing yang dilakukan oleh The Interseksi Foundation, bertujuan untuk menyampaikan dan mendiskusikan hasil penelitian mereka, serta membuka ruang partisipasi publik dan menjaring suara warga masyarakat guna mendapatkan masukan (feedback) sebagai dasar untuk merumuskan dan mengusulkan alternatif...

    0
  • Biarkan Rakyat Memilih? Dua Cerita Romantik tentang Pemilu*)

    Kalau segalanya berjalan sesuai rencana, dua peristiwa besar akan mendominasi politik di Indonesia pada tahun 2014, yakni pemilihan umum (pemilu) legislatif pada tgl. 9 April 2014, dan pemilu presiden/wakil presiden pada bulan Juli 2014. Daftar pemilih tetap (DPT) nasional...

    0
  • Jejak-jejak Perkembangan Pemerintahan dan Politik di Sulawesi*

    Pulau Sulawesi didiami berbagai suku bangsa utama, yaitu Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Buton, Gorontalo, Duri, Mamasa, Mori, Mekongga, Kulawi, Kaili, Tolaki, Same Bajo, dan sebagainya. Tiap-tiap suku mempunyai bahasa dan kekhasan budaya. Manakala kita mencermati peta Sulawesi, maka kita...

    0
  • Konteks Sosial-Budaya Demokrasi di Sulawesi Selatan

    Pengantar Dalam sebuah tulisannya mengenai politik di kawasan Asia Tenggara James Scott (1978) pernah mangatakan bahwa situasi sosial politik Asia Tenggara di tahun 1950an tidak sama dengan situasi di kebanyakan negara di Barat. Kalau di Barat partai-partai politik merupakan...

    0
  • Pemetaan Isu-Isu Kontemporer di Provinsi Gorontalo*

    Suku Gorontalo merupakan penghuni asli bagian Utara Pulau Sulawesi, tepatnya di Provinsi Gorontalo, provinsi ke-32 Indonesia, yang pada tahun 2000 memekarkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara. Hari ini, jumlah peduduk Gorontalo diperkirakan lebih dari 1 juta orang atau merupakan...

    0
  • Menelisik Mandar Sulawesi Barat

    Mitologi Permulaan Mandar Geneologi sejarah masyarakat Mandar dapat dilacak dari cerita dan tuturan yang populer di kalangan masyarakat Mandar (termasuk Mamasa) tentang Pongkapadang dan Torije’ne, yang dianggap sebagai manusia pertama yang mendiami wilayah Mandar tepatnya di daerah yang sekarang...

    0
  • Sulawesi Tengah: Perspektif Sosiokultural, Demokrasi, dan Konflik

    Pengantar Melihat kondisi Sulawesi Tengah satu dekade terakhir ini, banyak sekali persoalan sosio kultural yang tidak terselesaikan dengan cepat. Peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini menjadikannya penting dalam pandangan negara. Persoalan kewarganegaraan dan konflik tampak hadir bersamaan, sehingga sepertinya sulit...

    0
  • Dominasi Kuasa Sultan yang Tergadai: Sejarah Politik dan Sosial Sulawesi Tenggara Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan Indonesia*

    Abstrak Fakta historis Sulawesi Tenggara  hingga hari ini masih diwarnai oleh dinamika social dan politik. Masyarakat di wilayah itu tidak pernah lepas dari beban sejarah penguasa yang mengiringi jalan hidup mereka, meskipun sebenarnya terdapat keinginan kuat menghilangkannya. Reproduksi isu...

    0
  • Komunitas Pintu Gerbang: Pengaruh Tipomorfologi Permukiman terhadap Pola Spasial Kota*

    Abstrak Satu diantara tujuan hidup dari pada masyarakat secara hakiki dan universal adalah mengejar kebahagian. Apabila dikaitkan dengan preferensi masyarakat untuk memilih tempat tinggal tujuan dapat dijabarkan dalam bentuk suatu permukiman yang memberi kenyamanan, keindahan, kesejukan, ketentraman, dan keamanan...

    0
  • Ketika Bapak dan Ibu Negara “Bermain-main” Media Sosial

      SBY dan ObamaSejak berita akan diluncurkannya akun Twitter resmi Presiden SBY, muncul banyak pro dan kontra. Beberapa kalangan menyambut baik rencana ini, beberapa lainnya tidak hanya menanggapi nyinyir tetapi juga menganggap hal ini berlebihan dan tidak perlu. Banyak...

    0
  • Media, Isu Terorisme, Stereotipe, dan Sikap Diskriminatif

    Para penstudi ilmu komunikasi dari dulu sampai sekarang berbeda pendapat mengenai kekuatan media massa dalam memengaruhi pendapat khalayak. Sebagian mengatakan sesungguhnya media itu sangat powerfull. Media tidak hanya sanggup memengaruhi opini publik, tapi juga tindakan publik. Di sisi lain, pengaruh...

    0
  • Renegotiating Unity and Diversity: Problematic Multiculturalism in Post-Suharto Indonesia*

    Introduction J.S. Furnivall once argued that because of the lack of common social will between them, unless some of formula could be devised, Southeast Asian pluralism seemed doomed to a nightmarish anarchy (Azra 2007, p.228). Compare to other South...

    0
  • Melawan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia

    Abstrak Radikalisme dan terorisme kini menjadi musuh “baru” umat manusia. Meskipun akar radikalisme telah muncul sejak lama, namun peristiwa peledakan bom akhir-akhir ini seakan mengantarkan fenomena ini sebagai “musuh kontemporer” sekaligus sebagai “musuh abadi”. Banyak pihak mengembangkan spekulasi secara...

    0
  • Hak Minoritas dan Peran Negara: Menguji Argumen Multikulturalisme

    “Under the doctrine of state multiculturalism, we have encouraged different cultures to live separate lives, apart from each other and the mainstream. We have failed to provide a vision of society to which they feel they want to belong.” (David...

    0
  • Daniel Bell: Fundamentalisme Kapitalis dan Radikalisme Kultural

    Bulan November tahun 1996 yang lalu, penerbit Basic Books, New York, membuat edisi spesial ulang tahun ke-20 untuk salah satu buku paling terkenal yang pernah diterbitkannya, The Cultural Contradictions of Capitalism. Penulisnya, Daniel Bell, secara khusus pula menulis 56 halaman...

    0
  • Digital, Ruang, Rupa, dan Kuasa: Cerita-cerita Ringan tentang Kamera

    Mereka yang terlampau antusias cenderung hanya tertarik pada aspek-aspek yang paling bombastis dari perkembangan teknologi digital, dan dari sana berkembang sejumlah mitos yang sebagiannya bermula dari riuh rendah pemasaran (marketing hype) belaka: bahwa internet telah membuka ruang bagi demokratisasi pengetahuan karena...

    0
  • Minoritas, Multikultural(isme), Demokrasi: Beberapa Observasi*

    Pengantar Belum lama ini, menteri Suryadharma Ali (SA) mengeluarkan pernyataan tentang kelompok Ahmadiyah sebagai kelompok keyakinan yang harus dibubarkan karena dianggap menyimpang dari dan menodai ajaran Islam yang dianut oleh mayoritas muslim Indonesia. Ia merujuk pada Surat Keputusan Bersama...

    0
  • Transformasi Keintiman di Indonesia? Sebuah Kajian Awal tentang Ciuman

    Pada permulaan kajian ini saya terdorong untuk membahas makna kata “ciuman”. Menurut hemat saya hal ini perlu karena paling tidak “ciuman” atau kata kerjanya “mencium” digunakan untuk mengggambarkan dua praktek yang tidak sama persis, yaitu mencium harum/mencium bau atau...

    0
  • Keistimewaan dan Problem Politik Pengakuan: Beberapa Cerita dari Sebuah Perjalan Singkat di Aceh*

    Beberapa Pertanyaan Awal Bagi sebagian orang dari luar Aceh, ungkapan “formalisasi syariat (atau lebih sering ditulis syariah) Islam” untuk merujuk pada pemberlakuan syariat Islam sebagai landasan pengaturan tertib sosial dalam bentuk regulasi pemerintah daerah di provinsi Aceh (belakangan berganti...

    0
  • Komedi, Kritik!*

    Mengapa Susilo Bambang Yudhoyono sering mengadakan konferensi pers di halaman belakang Istana Negara hanya untuk menanggapi kritik lawan-lawan politiknya yang sebenarnya tidak begitu penting? Mengapa gaya egaliter Jusuf Kala selama kampanye Pemilu pemilihan presiden 2009 yang lalu justru banyak...

    0
  • Catatan Lapangan: Sepuluh Tahun Pasca Konflik Komunal di Poso

    Bulan Agustus tahun 2009 lalu merupakan tahun ke sepuluh setelah pertama kali peristiwa kekerasan meledak di Poso, yang kemudian disusul dengan insiden-insiden kekerasan yang menyebar di beberapa wilayah di sekitarnya. Akibat dari konflik tersebut telah mengakibatkan lebih dari 25.000...

    0
  • Working Paper: Akuntabilitas Lembaga Swadaya Masyarakat: Beberapa Observasi

    Pengantar Lembaga Swadaya Masyarakat (selanjutnya disingkat LSM) sedang menuai kritikan tajam. Selama tiga hari, harian Kompas (16 April, 18 April dan 19 April 2007) menurunkan liputannya mengenai akuntabilitas Lebaga Swadaya Masyarakat. Bermula dari sebuah diskusi publik bertema ”Perlunya Mengaudit...

    0
  • Affirmative Action untuk Masyarakat Adat: Sebuah Poskrispi tentang Kampung Naga*

    Beberapa saat setelah saya menyelesaikan penelitian lapangan di Kampung Naga (Januari-Februari 2009), sebuah dusun kecil di Tasikmalaya, Jawa Barat, terjadi sebuah peristiwa yang kembali mencuatkan nama Kampung Naga. Peristiwa yang dimaksud adalah boikot terhadap para wisatawan yang berkunjung ke...

    0
  • Membaca Interseksi: Mengapa Minoritas dan Mengapa Multikulturalisme*

    Buku yang yang sedang dibicarakan hari ini (Hak Minoritas: Ethnos, Demos dan Batas-batas Multikulturalisme, 2009) adalah buku ke-3 yang dihasilkan oleh Yayasan Interseksi, setelah diterbitkannya buku ke-1(Hak Minoritas: Dilema Multikulturalisme di Indonesia, 2005) dan buku ke-2 (Hak Minoritas: Multikulturalisme...

    0
  • Migrasi ke Antah Berantah dan Tragedi Melting Pot

    Darmaji, adalah profil yang masih tersisa dari sejarah transmigrasi di Indonesia. Kini ia sudah berusia sangat udzur, diatas 70 tahun. Ia adalah bekas petugas dinas kesehatan yang berada di Kecamatan Sembakung. Hidup di desa ini sudah ia alami sejak...

    0
  • Kita, Sejarah dan Kebhinekaan: Merumuskan Kembali Keindonesiaan*

    Di sini kami berdiri di ambang subuh jaman baru, jaman yang akan membawakan terang ke seluruh Jawa. Dan sekali jaman itu terbit, akan lebih banyak dituntut perjuangan, penderitaan, berperang dan memenangkannya; mula-mula sekali adalah melawan Sang Baginda Prasangka, kemudian...

    0
  • Pemilu dan Diskursus Anti Politik Massa*

    “In the past, durable democratic institutions emerged out of repeated, long-term struggle in which workers, peasants, and other ordinary people were much involved, even where the crucial maneuvers involved an elite’s conspiring in small concessions to avoid large ones....

    0
  • Peace Building: Merentang Kedamaian yang Rentan

    Konflik komunal yang terjadi di Tanah Air selama ini mulai disadari pemicunya bukanlah sungguh-sungguh melulu sentimen primordialitas ras, agama, wilayah, etnis dan golongan semata. Sulit ditemukan pemicu konflik yang sebenarnya karena biasanya memang pemicunya tidaklah tunggal. Akan tetapi, salah...

    0
  • “Nyong Ambon Pung Gaya” Imajinasi Gaya dan Identitas Tubuh Anak Muda Kota Ambon*

    Pendahuluan Kota Ambon yang sempit dan padat, menyebabkan pola interaksi anak muda menjadi lebih intensif. Pasca konflik, ruang publik anak muda, secara garis besar hanya terpusat pada dua tempat, yakni Ambon Plaza dan Lapangan Merdeka. Dari kesempitan ini tingkat...

    0
  • Postkolonial: Melihat Persoalan Menjadi Lebih Arif

    Dekonstruksi seksualitas postkolonial: dari wacana bangsa hingga wacana agama. Demikian, tema diskusi ini. Pertama saya tidak bisa membayangkan apa yang harus saya bicarakan, sebab ada tiga konsep dan dua konteks besar yang harus saya bangun yaitu dekonstruksi,…seksualitas dan poskolonial dalam bingkai wacana bangsa dan agama....

    0
  • Islam dan Gerakan Sosial Baru di Indonesia: Sebuah Pencarian Perspektif dan Agenda Riset*

    The central issue is about the real actors of democratization. One should be careful not to read too much into what is said by some progressive intellectuals who have some good ideas as Western political commentators, but are either...

    0
  • KERTAS KERJA: Catatan tentang pembangunan Aceh kembali: kasus Aceh Barat

    Tepat tanggal 17 Agustus 2006 lalu, saya tiba di Meulaboh, ibu kota Aceh Barat, salah satu wilayah yang terkena dampak tsunami yang paling hebat. Kerusakan tersebut masih nampak hingga sekarang, terutama dilihat dari infrastruktur yang masih hancur seperti jalan...

    0
  • Pengaruh Pembangunan Perkebunan Sawit Terhadap Masyarakat Pedalaman Kalimantan

    Pembangunan perkebunan sawit dianggap dapat menyelesaikan sebagian masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat, terutama akibat yang ditimbulkan dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Kelapa sawit dan produk turunannya merupakan sumber pendapatan daerah yang...

    0
  • Call for Peace in Central Aceh Falls to Deaf Ears

    “There is no way to peace; peace is the way.” (A. J. Muste) One might wonder why after the long and winding road to reach the peace pact between the Government of Indonesia and the Free Aceh Movement, which...

    0
  • Refleksi atas Agenda dan Strategi Politik Gerakan Sosial di Indonesia Pasca Tumbangnya Rezim Soeharto*

    Konteks dan karakter gerakan sosial di Indonesia telah, sedang dan terus akan berubah. Selain perubahan konteks dan karakter gerakan, penting untuk dikaji bagaimana massa rakyat menghadapi pagelaran kuasa, dan bagaimana (sebagian) eksponen utama dan pendukung gerakan-gerakan rakyat tersebut menafsirkannya,...

    0
  • Masyarakat Adat Wana dan Kearifan Lokal

    Pengantar  Berbagai kalangan menyebut suku Wana, terutama yang hidup dan menetap di wilayah Cagar Alam Morowali, sebagai “suku terasing”. Penyebutan seperti itu sebetulnya didasarkan pada wilayah mereka yang “terisolir”, dan mengacu pada suatu keadaan ketidakberdayaan dari suku ini. Setidaknya...

    0
  • Membaca Film “To Mompalivu Bure” sebagai Esai Multikultural*

    Fotografi dan film telah lama digunakan dalam penelitian-penelitian tentang beragam suku di pelosok Indonesia. Hanya saja fotografi dan film biasanya dipakai sebagai pelengkap dari hasil akhir utama sebuah penelitian yaitu sebuah tulisan. Medium tulisan hingga hari ini masih dianggap...

    0
  • Demokratisasi dan Politik Luar Negeri Indonesia

    Pendahuluan Umumnya pembahasan mengenai demokratisasi lebih banyak menekankan pada faktor-faktor domestik yang diduga akan menjadi faktor pendukung ataupun penghambat proses demokratisasi. Keumuman ini terjadi karena beberapa alasan. Diantaranya adalah bahwa aktor-aktor politik dalam proses demokratisasi senantiasa berkonsentrasi untuk usaha-usaha...

    0
  • Demokrasi Lokal di Aceh Selatan Paska MOU Helsinki*

    Dua tahun telah berlalu semenjak perjanjian damai Helsinki untuk mengakhiri konflik bersenjata di Aceh ditandatangani pada bulan Agustus 2005. Dengan perjanjian itu, salahsatu pihak yang berkonflik yaitu Gerakan Aceh Merdeka melakukan transformasi mendasar dari gerakan bersenjata ke politik, menyusul...

    0
  • Di Balik Teror Bom Bangkok

    Mengejutkan, di tengah gonjang-ganjing perpolitikan Thailand, serangkaian bom meledak di Kota Bangkok dan Chiang Mai pada malam tahun baru 2007 lalu. Peristiwa ini bisa dikatakan klimaks dari kekeruhan politik Thailand sepanjang tahun 2006. Perpolitikan Thailand memang terus memanas sepanjang...

    0
  • Mencari Format Kerangka Kebijakan yang Ramah Bagi Masyarakat Lokal : Sebuah Diskusi Awal*

    Pendahuluan Pada jamaknya, suatu kekhasan yang menjadi bagian dari identitas individu ingin diekspresikan dan dikomunikasikan kepada orang lain. Kekhasan inilah yang kemudian menegaskan realitas keberbedaan. Semakin luas cakupan keperbedaan itu, semakin banyak ruang yang mungkin tercipta untuk mendialogkan satu...

    0
  • Kesukubangsaan, Nasionalisme dan Multikulturalisme*

    I Pembicaraan mengenai nasionalisme dan multikulturalisme bersifat posteriori karena beberapa konsep harus dibicarakan lebih dahulu sebelum membahas isyu tersebut. Menurut pendapat saya–dalam hal ini tentu banyak diwarnai oleh pemikiran antropologi — konsep-konsep yang harus dibicarakan lebih dahulu setidak-tidaknya adalah...

    0
  • Ilusi Negara Rakyat: Desa Vs Negara Sebuah Pandangan Tentang Kebijakan Agraria di Indonesia*

    “Desaku yang kucinta/ Pujaan hatiku/ Tempat ayah dan bunda/ Dan handai taulanku/ Tak mudah ku lupakan/ Tak mudah bercerai/ Selalu ku rindukan/ Desa ku yang permai…”  Negara Vs Desa: Memihak Siapa? Dalam kata pengantar yang cukup panjang, sosiolog dan...

    0
  • Kelompok Minoritas dan Strategi Non-Konfrontasi Refleksi Lapangan di Komunitas Sedulur Sikep dan Parmalim*

    Sejak reformasi, perubahan telah banyak terjadi di jagad politik Indonesia. Krisis ekonomi yang berujung pada pendongkelan kekuasaan Soeharto telah menggerogoti banyak sendi kekuatan negara. Negara yang dulu pernah sangat adidaya, yang oleh sebagian peneliti disebut sebagai power-house state, sekarang harus...

    0
  • Reinventing Indonesia*

    Marilah saya mulai dengan mengajukan pertanyaan sederhana, mengapa sistem politik yang dibangun atas dasar konstruksi berfikir berbasis modernisasi, demokratisasi dan liberalisasi pada negara-negara pascakolonial, justeru berakhir dengan terciptanya sistem politik otoritarian dan kian digdayanya rezim otoriter? Dan pada level...

    0
  • Negara Vis a Vis Pasar: Antara Krisis Legitimasi dan Peran Intelektual*

    Pendahuluan Wajah dunia dewasa ini digambarkan dalam bentuknya yang sama sekali baru, di mana batas-batas geografis antarnegara seakan sudah tidak lagi tampak. Negara satu dengan lainnya dilukiskan ada dalam satu perkampungan besar “global village”, yang menyatu, saling mengetahui, terbuka,...

    0
  • Negara, Masyarakat Sipil dan Demokrasi: Sketsa Hibriditas

    Banyak orang berasumsi bahwa orde reformasi menandai berlangsungnya sebuah masa transisi; proses peralihan dari otoritarianisme orde baru menuju orde demokrasi baru. Berbagai perangkat kenegaraan dan kemasyarakatan baru disusun dalam upaya meneguhkan agar transisi ini kelak menemukan akhir yang gemilang....

    0
  • Mengkaji Fundamentalisme Islam Sebagai Suatu Gerakan Sosial

    Pengantar Dalam kehidupan sosial sehari-hari, perlawanan dan penentangan (resistensi) sering timbul dan dengan cepat bersalin rupa menjadi perlawanan terbuka yang lazim disebut sebagai ‘gerakan sosial’ (social movement). Pada tahun 1950-an, istilah ini muncul sebagai kosa kata yang dikenal dalam...

    0
  • Conflict Entrepreneur: Konsep dan Utilisasinya dalam Memahami konflik di Ambon*

    Pendahuluan Beragam studi telah dilakukan mengenai konflik-konflik di Indonesia. Akan tetapi, penjelasan terhadap konflik-konflik ini tampaknya belum memberikan pemahaman komprehensif atas beragam aspek dari konflik-konflik tersebut. Setiap konflik, tampaknya, memiliki sebab-sebab dan dinamika yang berbeda satu dengan yang lainnya....

    0
  • Modernisasi-Neolib, Politik Arus bawah dan “Tugas Cendekiawan” (Sebuah Penelusuran Awal)*

    “Kemarau intelektual”, sebuah istilah yang dulu pernah dikemukakan Mohammad Sobary, kali ini mungkin patut dikemukakan kembali. Jika intelektual, atau cendekiawan merujuk kepada pandangan Bourdieu-an, yang sedikit dikutip oleh Daniel Dhakidae sebagai sosok yang terlibat keras di dalam apa yang...

    0
  • Studi Indonesia Pasca-Soeharto: Dari Otoriterianisme Menuju Demokratisasi

    Runtuhnya rezim orde baru membawa perubahan terutama dalam peta konfigurasi politik di Indonesia. Momen itu begitu menentukannya sehingga seolah menjadi batas berakhirnya masa kegelapan akan order silam. Segala respon sikap mnjadi begitu reaktif setelah melewati masa-masa yang diselimuti oleh phobia hantu...

    0
  • Refleksi Jatuhnya Kekuasaan Modern Indonesia: Disilusi Kesatuan Kuasa dan Kemuliaan

    Meskipun mungkin akan terkesan terlampau mengada-ada bahkan ahistoris untuk mengatakan bahwa riwayat kekuasaan politik pada sebuah masyarakat senantiasa berulang dalam pola yang relatif sama untuk jangka waktu yang sangat lama, tapi untuk konteks politik Indonesia kontemporer, pernyataan seperti itu…

    0
  • Involvement of the Indonesian Military in Human Rights Violations

    The story of Indonesian military (TNI) violence towards civilians is nothing new. During the ‘transfer of power’ from ousted President Sukarno to Suharto’s so-called New Order regime in 1965-66, the military was directly and indirectly responsible for the mass...

    0
  • Literasi, Properti, Jatidiri

    anik bukanlah seorang guru di sekolah berlantai keramik, yang sibuk mencari tambahan dengan memberi les privat di sore hari. Sekolahnya berlantai semen, dindingnya muram berhias satu-dua gambar pahlawan yang diam. Tak ada karya-karya anak di sana, atau gambar warna-warni,...

    0
  • Changing Words into Deeds: The Role of Conflict Entrepreneurs in the Religious Conflict between the Moslems and Christians in Maluku (1999-2000)

    I. Introduction After 32 years in power, the authoritarian New Order regime under the leadership of Suharto in Indonesia finally collapsed in May 1998. Even though the new political stage has opened up hopes for democracy, there are still...

    0
  • Working Paper: the Relationship between the Army and Islamic Groups in Indonesia*

    Comparing the period of the transition to authoritarian rule in the 1950s and the transition to democracy in the 1990s Introduction In his study of the electoral institutions and the struggle for democracy in Indonesia, Dwight King suggested that...

    0
  • Desaku yang Tercinta, Siapa yang Punya*

    Berawal dari keprihatinan terhadap masa depan demokrasi di desa, Perkumpulan INISIATIF yang bermarkas di Bandung menyelenggarakan diskusi terbatas pada tanggal 16 April 2007 tentang otonomi desa dalam konteks setelah berlakunya UU tentang Pemerintahan Daerah No. 32/ tahun 2004. UU...

    0
  • Demokrasi Lokal (di Desa): Quo Vadis?*

    Pengantar Pada masa Orde Baru dengan alasan stabilitas politik untuk menunjang pembangunan nasional, desa diartikan sebagai konsep administratif yang berkedudukan di bawah kecamatan. Struktur pemerintahan desa diseragamkan melalui UU No. 5/ 1979. Masa ‘reformasi’ merupakan titik tolak dari slogan...

    0
  • Potensi Penyimpangan Substansi Dalam Proses Legislasi Peraturan Daerah*

    ABSTRAK Dalam proses penyusunan peraturan perundangan (peraturan daerah/perda) secara partisipatif, masyarakat dapat terlibat dari mulai penelitian dan penyusunan naskah akademik, sampai dalam proses legislasi di parlemen (DPR-D). Lebih dari itu, tidak memungkinkan lagi bagi masyarakat untuk terlibat. Tahapan terakhir...

    0
  • Posisi Minoritas dalam Pluralisme: Sebuah Diskursus Politik Pembebasan*

    Paradoks globalisasi dan politik internasionalisme adalah menguatnya politik identitas. Politik identitas berakar pada primordialisme. Primordialisme, mengikuti konsep polity Aristoteles, berarti “berperang ke luar” dan “konsolidasi ke dalam”. Karena itu, politik identitas selalu merayakan konflik baik bersiafat vis-à-vis maupun dialektik. Merayakan konflik berarti mendefinisi...

    0
  • Kekalahan Tradisi Lisan: Merenungkan Bojongpari

    Kebudayaan akhirnya kerap menjadi pembicaraan yang semena-mena. Betapa tidak, karena ia adalah rimba New York bahkan belantara Bojongpari atau ketenteraman Ngrimpak. Bara padang pasir yang mematangkan keperkasaan piramid sampai beku kutub bumi yang memadatkan kultur Kwakiutl suku Eskimo–yang mengundang...

    0
  • “Saminisme” Petani, dan Hasrat Untuk Perubahan

    Di tengah alun-alun itu juga dipasang panggung besar untuk memberi tempat bagi peserta yang ingin melakukan orasi. Suasananya begitu ramai, gaungnya terdengar dimana-mana. Sound system yang disediakan panitia ternyata tidak sekadar ditujukan untuk ajang orasi, tapi juga hiburan. Jauh…

    0
  • The Dilemma of the Application of the Shari’ah, Secularism and Human Rights in Modern Indonesia*

    Introduction It cannot be doubted that the political atmosphere in Indonesia after the bankruptcy of Soeharto’s New Order regime is marked by democratic euphoria and political liberalization. Among its many manifestations was the large scale opening up of the political...

    0
  • Pengusaha dan Islam di Tasikmalaya 1930-1980an

    Sejauh ini, belum ada perhatian yang luas dalam studi Islam di Indonesia untuk melihat kaitan antara pengusaha dan Islamisasi. Van Leur sebenarnya sudah mencatat peranan mereka dalam perdagangan kuno dan Islamisasi awal di Nusantara. Belakangan, Anthony Reid dan Denys Lombard...

    0
  • Evaluation of Upholding the Human Rights in Indonesia*

    A. Preface The up hold of Human Rights portrait in Indonesia is still colored by red ink of a series of violation acts of Human Rights. The democracy transition in Indonesia is a form of a complicated and fragile...

    0
  • Masyarakat Majemuk, Masyarakat Multikultural, dan Minoritas: Memperjuangakan Hak-hak Minoritas*

    Masyarakat Majemuk Dalam masyarakat majemuk manapun, mereka yang tergolong sebagai minoritas selalu didiskriminasi. Ada yang didiskriminasi secara legal dan formal, seperti yang terjadi di negara Afrika Selatan sebelum direformasi atau pada jaman penjaajhan Belanda dan penjaajhan Jepang di Indonesia....

    0
  • Pajak, Samin dan Kita*

    Tahun 1914: “Kamu masih hutang 90 persen kepada negara ” “Saya tidak hutang kepada negara ” “Tapi kamu mesti membayar pajak” “Wong Sikep (orang Samin) lakmengenal Pajak” “Apa kamu gila atau pura-pitra Gila?” “Saya tidak gila, dan tidak pura2...

    0
  • Civil Rights dan Kisah Kekalahan Masyarakat di Hadapan Negara*

    Civil rights acap juga disebut hak masyarakat, bukan lah suatu kosa kata yang bersifat ideologis. Namun, sebagai sebuah bangsa yang terlalu lama dalam cengekaraman rezim otoriter, “hak masyarakat” bak kata ajaib yang memiliki nilai ideologis; berupa ajakan atau dorongan untuk melakukan perlawanan. Seperti halnya...

    0
  • Telaah Konstitusional tentang Kedaulatan Rakyat di Indonesia*

    Pengantar Hidup sebagai bangsa dan negara adalah hidup dinamis yang perlu terus menerus ditinjau sambil dijalankan.Kesadaran adalah tujuannya. Kesadaran adalah kondisi ketika peninjauan atau refleksi yang kita lakukan bertemu dengan praktik, berbangsa dan bernegara yang tidak jauh atau semakin...

    0
  • Peran Media (Jurnalisme) dalam Advokasi Hak Asasi Manusia*

    Di penghujung kekuasaan seorang (penguasa) tiran, sejumlah aktivis pro demokrasi hilang. Para aktivis hak asasi manusia mencari jejaknya. Sekelompok jurnalis mulai menggoreskan penanya. Sejak itu, hari demi hari, koran, televisi, radio, hingga situs berita dipenuhi kabar tentang penculikan para aktivis itu....

    0
  • Mewujudkan Perdamaian: Utopia Atau Realita*

    Pengantar Indonesia merupakan negeri yang sarat dengan konflik kekerasan. Bersamaan dengan transisi politik, semua persoalan yang dihambat atau ditekan pada masa rezim Orde Baru mengemuka. Ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah tiba-tiba menemukan penyalurannya melalui cara-cara kekerasan fisik dalam bentuk amok, dan konflik...

    0
  • Hak-Hak Sipil Perempuan: Mencari Akar Permasalahan dalam Sejarah Kewarganegaraan*

    Perempuan Indonesia masih saja terbelakang dibandingkan rekannya yang laki-laki. Menurut data BPS tahun 1998/1999, angka buta huruf perempuan baik di perkotaan maupun di pedesaan lebih tinggi sekitar 50%, di bidang lapangan kerja 37 % perempuan bekerja tanpa diupah, sementara...

    0
  • Pengarusutamaan CEDAW dan Hak Sipil (Perempuan)*

    Pengantar Ide perbedaan, subjektivitas, relative universal milik posmodemisme—yang dikibarkan Lacan, Derrida, Lyotard, Wittgenstein dll—mewarnai wacana dan isu feminis, dan CEDAW adalah salah satu buah manifestasinya. Feminisme menyerap konsep ”differance”nya Derrida sekaligus menjadikannya motor politik saat menggagas perangkat hukum “khas...

    0
  • Penguatan Organisasi Rakyat: Upaya Merebut Hak Yang Terampas*

    Pengantar Peran rakyat dalam arena publik tidak dapat dihindarkan dari konfrontasinya dengan peran negara. Konfrontasi tersebut tidak bisa dilepaskan dari siklus politik-ekonomi (dan ideologi) yang berkembang. Pentingnya mendiskusikan isu ini, terutama pada dekade terakhir, erat terkait dengan wacana demokrasi...

    0
  • Catatan Diskusi Civil Rights*

    “Buanglah sama sekali faham individualisme itu, janganlah dimasukkan dalam Undang-undang Dasar kita yang dinamakan ‘rights of the citizens’ sebagai yang dianjurkan oleh Republik Perancis itu adanya…” (pidato Soekarno di hadapan sidang kedua BPUPKI, 15 Juli 1945 pagi hari). Soekarno...

    0
  • Saatnya Menjunjung Hak-Hak Masyarakat Adat*

    “Marilah Kita Kembali Menata Ulang Hubungan Negara dengan Masyarakat Adat”, demikian judul Briefing Paper Jaringan Pembelaan Hak-Hak Masyarakat Adat (JAPHAMA), sebuah jaringan yang didirikan oleh Ornop-ornop yang berorientasi terhadap pemberdayaan masyarakat adat yang didirikan pada tahun 1993. Judul tersebut sangat jelas...

    0